Teror Virus Corona

260 Orang Anak Positif Covid-19 Seusai Ikuti Kegiatan Berkemah

260 anak dari 597 peserta kemah terinfeksi virus corona. Peristiwa tersebut terjadi di perkemahan di kamp musim panas Negara Bagian Georgia, Amerika

Editor: Rival Almanaf
Istimewa
Foto Ilustrasi 

TRIBUNBANYUMAS.COM - 260 anak dari 597 peserta kemah terinfeksi virus corona.

Peristiwa tersebut terjadi di perkemahan di kamp musim panas Negara Bagian Georgia, Amerika Serikat (AS), terinfeksi virus corona.

Jumlah kasus positif yang sebenarnya bisa jadi lebih banyak karena tes hanya tersedia untuk 58 persen peserta.

Di antara mereka yang positif Covid-19, 74 persen peserta bergejala ringan seperti demam, sakit kepala, dan sakit tenggorokan, lalu sisanya tidak menunjukkan gejala.

Hal itu disampaikan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC).

Seorang Dokter Mengaku Melakukan 50 Kali Tindakan Pembunuhan, Jasad Korbannya Diberikan ke Buaya

Satu Pasien Covid-19 di Kramat Tegal Meninggal Dunia, Ditemukan 26 Orang Kontak Erat

Empat Ekor Kambing Gagal Disembelih Karena Dicuri saat Diikat di Halaman Masjid

Head to Head Arsenal vs Chelsea di Final Piala FA, Begini Tanggapan Mikel Arteta

Otoritas kesehatan setempat menyebut peristiwa itu adalah bukti bahwa anak kecil tetap rentan tertular Covid-19.

Panitia kamp dilaporkan mengabaikan saran CDC untuk mewajibkan pemakaian masker ke semua orang.

Hanya para staf yang diwajibkan pakai masker oleh panitia.

Namun mereka mematuhi perintah negara yang mengharuskan semua peserta menunjukkan bukti negatif Covid-19, yang diambil maksimal 12 hari sebelum kedatangannya di bumi perkemahan.

Langkah-langkah pencegahan lain yang sudah dilakukan adalah social distancing, membersihkan permukaan benda dengan disinfektan, dan membagi anak-anak ke kelompok kecil.

Kamp tersebut mengadakan pelatihan untuk 138 peserta dan 120 anggota staf, pada 17-20 Juni.

Saat itu sebagian besar peserta berusia di bawah 21 tahun.

Kemudian saat perkemahan dibuka mulai 21 Juni, para peserta latihan pulang dan para staf tetap tinggal di sana.

Perkemahan itu diikuti 363 peserta yang usianya berkisar antara 6-19 tahun, serta 3 anggota staf senior.

"Peserta perkemahan melakukan berbagai kegiatan di dalam dan luar ruangan, termasuk menyanyi dan bersorak setiap hari," kata laporan CDC yang dikutip AFP.

Mereka juga tidur bersama di sebuah ruangan yang bisa menampung hingga 26 orang.

Kemudian pada 23 Juni seorang anggota staf remaja meninggalkan perkemahan karena kedinginan di malam sebelumnya.

Dia kemudian dites Covid-19 pada 24 Juni, dan di hari itu juga dinyatakan positif.

Kamp langsung memulangkan para peserta kemah hari itu juga, dan menutupnya pada 27 Juni.

Jadwal Acara TV Hari Ini Sabtu 1 Agustus 2020 di Trans TV, ANTV, RCTI, SCTV GTV, dan Trans 7

Begini Cara Bersihkan Masker Kain ala Presiden Filipina Duterte, Siram-Basuh Pakai Bensin

BREAKINGNEWS: Terjadi Listrik Padam di Sebagian Wilayah Jawa Tengah, Ini Penjelasan PLN Purwokerto

Kelelawar Bawa Virus Corona Sejak Puluhan Tahun, Pindah Silang ke Manusia, Teori Konspirasi Patah

"Temuan-temuan ini menunjukkan SARS-CoV-2 menyebar cepat dalam semalam di kaum muda menghasilkan tingkat serangan yang tinggi di semua kelompok usia," tulis para penulis laporan CDC.

Tingkat serangan adalah jumlah kasus baru dibagi dengan total populasi yang berisiko terinfeksi.

Para penulis menambahkan, temuan ini berkontribusi pada kumpulan bukti yang menunjukkan anak-anak dari segala usia rentan terinfeksi Covid-19, dan bertentangan dengan laporan awal yang mungkin lebih berperan ke menularkan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Gara-gara Berkemah, Ratusan Anak Kecil Terinfeksi Virus Corona", 

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved