Breaking News:

Teror Virus Corona

Kelelawar Bawa Virus Corona Sejak Puluhan Tahun, Pindah Silang ke Manusia, Teori Konspirasi Patah

Kelelawar Jadi Inang Virus Corona Sejak Puluhan Tahun, Pindah Silang ke Manusia, Teori Konspirasi terpatahkan

shutterstock
Ilustrasi kelelawar sedang tidur, bergelantungan dengan posisi terbalik - Selama puluhan tahun, kelelawar menjadi inang virus corona dan bisa menularkan atau pindah silang kepada manusia. 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Kelelawar disebut menjadi inang virus corona selama puluhan tahun, dan tidak terdeteksi.

Virus corona itu siap untuk berpindah silang ke manusia untuk beberapa waktu, kata para ilmuwan.

Dengan kata lain, virus corona yang mampu menginfeksi manusia mungkin telah beredar dan tidak terdeteksi pada kelelawar selama beberapa dekade.

Muasal Virus Corona, Rekombinasi dari Kelelawar dan Ular

BREAKING NEWS: Bus Sugeng Rahayu Kecelakaan di Kertek Wonosobo, Rem Blong Hantam Benteng Takeshi

Resmi, DKPP Nyatakan Bawaslu Purbalingga Tak Profesional Tangani Dugaan Pelanggaran Netralitas ASN

Virus Corona Tidak Pengaruhi Penjualan Daging Kelelawar di Pasar Ekstrem Manado

Penelitian menunjukkan, salah satu nenek moyang terdekat dari virus yang menyebabkan Covid-19 itu muncul pada kelelawar antara 40 dan 70 tahun yang lalu.

Hal ini menimbulkan keraguan lebih lanjut pada teori konspirasi bahwa virus yang menyebabkan Covid-19 itu adalah rekayasa hayati atau virus yang lepas dari laboratorium, tambah mereka.

Prof David Robertson, dari University of Glasgow, mempelajari hal ini dan membuat analisis yang diterbitkan dalam jurnal Nature Microbiology.

Dia mengatakan bahwa sementara Sars-CoV-2 secara genetik sangat dekat dengan virus kelelawar terdekat yang diketahui, virus itu terpisah dalam kurun waktu beberapa dekade.

"Itu menunjukkan bahwa virus-virus ini, dengan potensi menulari manusia, telah ada selama beberapa waktu," katanya kepada BBC News.

"Kita benar-benar perlu memahami di mana atau bagaimana virus menyebar ke populasi manusia."

"Jika kita sekarang percaya ada virus yang bersirkulasi pada kelelawar itu, kita perlu memantau itu dengan lebih baik."

Nenek moyang yang sama Studi itu menunjukkan perlunya pengawasan lebih lanjut terhadap penyakit yang muncul pada manusia dan perlunya melakukan lebih banyak pengambilan sampel dalam populasi kelelawar liar, jika kita ingin mencegah pandemi di masa depan, katanya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved