Breaking News:

Teror Virus Corona

Virus Corona Tidak Pengaruhi Penjualan Daging Kelelawar di Pasar Ekstrem Manado

Merebaknya virus corona di Wuhan China yang diduga berasal dari kelelawar tidak berpengaruh dengan pasar makanan ekstrem di Manado.

Editor: Rival Almanaf
TribunManado.com
Ilustrasi kuliner ektrem daging kelelawar. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, MANADO - Merebaknya virus corona di Wuhan China yang diduga berasal dari kelelawar tidak berpengaruh dengan pasar makanan ekstrem di Manado.

Pasar Pinasungkulan Karombasan, Kota Manado, Sulawesi Utara, tetap ramai seperti biasa.

Sejak pagi hari, hiruk pikuk sudah terdengar. Para pedagang tampak sibuk.

Ada yang menjajakan dagangannya, ada pula yang sedang tawar menawar dengan pelanggannya.

Berbeda dengan pasar biasa, dagangan di Pasar Pinasungkulan Karombasan terbilang ekstrem.

Daging ular, babi hutan, anjing, bahkan kelelawar dijajakan di sini.

Joly Adrian, pedagang kelelawar di Pasar Pinasungkulan Karombasan, merasakan ada penurunan permintaan setelah virus corona menyebar.

Kisah Mbah Kartasun Berjualan Meja di Usia 89 Tahun, Sering Dikira Pengemis dan Selalu Bawa UUD 45

Terekam Kamera, Detik-detik Pengendara Kecelakaan di Perlintasan Kereta Api Kutowinangun Kebumen

Hasil Pemeriksaan Pasien Suspect Corona Asal China di RSUD Margono Soekarjo Purwokerto Negatif

Jadwal Bioskop di Dakota Cilacap Selasa 28 Januari 2020 ada Akhir Kisah Cinta Si Doel

Namun, penurunan itu tidak dirasa signifikan. "Tidak dirasakan banyak," kata Joly saat ditemui KOMPAS.com, Selasa (28/1/2020).

Joly juga tidak khawatir dengan isu daging kelelawar jadi penyebab timbulnya virus corona akan mengurangi omsetnya.

Pasalnya, dia sudah punya pelanggan tetap.

Halaman
12
Sumber: Info Komputer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved