Berita Tegal
Satu Pasien Covid-19 di Kramat Tegal Meninggal Dunia, Ditemukan 26 Orang Kontak Erat
Seorang pasien konfirmasi Covid-19 asal Kabupaten Tegal meninggal dunia usai dirawat selama lima hari di RS Mitra Keluarga Kota Tegal.
Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: Rival Almanaf
TRIBUNBANYUMAS.COM, SLAWI – Seorang pasien konfirmasi Covid-19 asal Kabupaten Tegal meninggal dunia usai dirawat selama lima hari di RS Mitra Keluarga Kota Tegal.
Kematian ini menambah daftar jumlah kasus kematian akibat Covid-19 di Kabupaten Tegal menjadi enam orang.
Selain itu, ada penambahan dua kasus konfirmasi Covid-19 baru lainnya yang saat ini sedang menjalani isolasi mandiri di rumah, maupun di rumah sakit.
Informasi ini disampaikan juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tegal, Joko Wantoro, Jumat (31/7/2020) kemarin.
• Empat Ekor Kambing Gagal Disembelih Karena Dicuri saat Diikat di Halaman Masjid
• Head to Head Arsenal vs Chelsea di Final Piala FA, Begini Tanggapan Mikel Arteta
• Jadwal Acara TV Hari Ini Sabtu 1 Agustus 2020 di Trans TV, ANTV, RCTI, SCTV GTV, dan Trans 7
• BREAKINGNEWS: Terjadi Listrik Padam di Sebagian Wilayah Jawa Tengah, Ini Penjelasan PLN Purwokerto
Joko mengungkapkan, pasien konfirmasi yang meninggal dunia tersebut adalah seorang laki-laki berinisial SB (63), asal Desa Babakan, Kecamatan Kramat.
Sebelum meninggal pada Jumat (31/7/2020) pagi, SB yang berprofesi sebagai distributor pupuk ini sempat dirawat di RS Mitra Keluarga sejak hari Minggu (26/7/2020) lalu dengan keluhan awal demam, mual dan muntah.
Dari hasil pemeriksaan medis ditemukan adanya penyakit komorbid pada pasien SB seperti bronkitis dan pneumonia.
Pasien SB baru dinyatakan terkonfirmasi Covid-19 hari Kamis (30/7/2020), setelah uji laboratorium pada spesimen swab-nya yang diambil Senin (27/7/2020) lalu menunjukkan hasil positif.
“Menindaklanjuti kasus ini, kami pun segera melakukan penelusuran dan menemukan 26 orang sebagai kontak eratnya.
Mereka sudah diminta karantina mandiri dan akan kita ambil spesimen swabnya hari Senin (3/8/2020) mendatang,” ungkap Joko, dalam rilis yang diterima Tribunbanyumas.com, Jumat (31/7/2020) malam.
Sementara, penambahan baru dua kasus konfirmasi lainnya adalah pertama, seorang anak perempuan berstatus pelajar berinisial ZNK (8), asal Desa Bogares Kidul, Kecamatan Pangkah.
Ia adalah cucu dari pasien konfirmasi berinisial B (66) asal desa yang sama.
Adapun pasien B yang berprofesi sebagai sopir bajaj di Jakarta sendiri kini sedang menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD dr Soeselo Slawi.
Sebelum menjalani karantina mandiri dan diambil spesimen swab-nya sebagai kontak erat dari kasus konfirmasi, ZNK sempat masuk sekolah selama tiga hari, dari Senin (20/7/2020) hingga Rabu (22/7/2020) bersama 16 orang siswa lainnya.
Dari penelusuran kasus ini, ditemukan 29 orang kontak eratnya, termasuk teman sekolah dan gurunya serta teman mengaji di TPQ.