Pilkada Serentak 2020
Jokowi Minta Adik Ipar Mundur dari Pilkada Gunungkidul, Begini Respon Balon Bupati Wahyu Purwanto
Jokowi Minta Adik Ipar Mundur dari Pilkada Gunungkidul, Begini Respon Balon Bupati Wahyu Purwanto
TRIBUNBANYUMAS.COM, GUNUNGKIDUL - Presiden Joko 'Jokowi' Widodo dikabarkan meminta iparnya, Wahyu Purwanto, mundur dari gelaran konstestasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) Gunungkidul 2020.
Sang ipar, Wahyu Purwanto pun akhirnya mengamini permintaan Presiden Jokowi tersebut, dan menyatakan mundur dari pencalonan bupati Gunungkidul, Yogyakarta, melalui Partai Nasdem.
Menurut Wahyu, selain diminta mundur oleh Presiden Jokowi, permintaan serupa juga datang dari Ketua Umum (Ketum) Nasdem, Surya Paloh.
• Rekomendasi Gibran Bisa Timbulkan Kecemburuan Kader PDIP, Pengamat: Ada Perlakuan Istimewa
• Kandang Sapi Kurban Jokowi Dilapisi Karpet Jutaan Rupiah agar Tidur Nyenyak, saat Malam Dijaga
• Heboh, Pak RT Nyambi Jadi Bandar Miras, Sulap 2 Rumahnya Jadi Pabrik Tuak, Produksi Ribuan Liter
• Polemik Program POP Kemendikbud, Ketua PGRI Jateng Muhdi: PB Mundur, Bukan Menolak
Kedua tokoh tersebut, kata Wahyu, meminta agar arah kegiatan selama ini diubah menjadi kegiatan sosial.
"Pak Jokowi dan Pak Surya Paloh melihat potensi saya yang tidak di politik barangkali," kata Wahyu Purwanto saat menggelar pertemuan dengan relawan di Siyono, Kapanewon Playen, Minggu (26/7/2020).
Menurut dia, pengalaman keduanya dalam bidang politik jauh lebih luas dan tentu keputusan itu akan diikutinya.
Selama setahun terakhir, Wahyu mengaku sudah berkegiatan dalam bidang politik.
Hampir seluruh wilayah di Gunungkidul sudah dikunjunginya.
Termasuk membentuk relawan yang mendukung dirinya di seluruh desa.
Meski demikian, mantan rektor Universitas Gunungkidul ini mengaku tak akan meninggalkan relawan, dan tetap akan berjuang demi kemajuan Gunungkidul.
Terkait politik, ia juga masih duduk sebagai Dewan Pakar DPD Nasdem Gunungkidul.
"Kebetulan saya berkiprah di Gunungkidul sudah cukup lama, jadi prioritas saya di sini."
"Terkait kiprah di partai, saya masih menunggu instruksi lanjutan," ucap Wahyu.
Disinggung mengenai dinasti politik di Indonesia, Wahyu mengatakan hal itu tidak ada.
Menurutnya, kerabat Jokowi yang kebetulan maju juga sebagai calon kepala daerah merupakan hak politik sebagai warga negara.
"Kalau saya berbelok dari politik ke sosial bukan berkaitan dengan dinasti politik."
"Saya yakin Pak Jokowi seorang demokrat sejati, mengapresiasi hak warga negara, ingin berpartisipasi di bidang politik," kata Wahyu.