Rabu, 8 April 2026

Berita Banyumas

Peringati Hari Anak Nasional, Forum Anak Banyumas Keluhkan Pembelajaran Daring

Memperingati ke-36 Hari Anak Nasional, Forum Anak Banyumas menyuarakan aspirasi mereka terkait pembelajaran daring (dalam jaringan) di tengah pandemi

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: Rival Almanaf
Tribunbanyumas.com/ Permata Putra Sejati
Peringatan ke-36 Hari Anak Nasional di Banyumas yang digelar di halaman depan Pendopo Sipanji Purwokerto, Kamis (23/7/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Memperingati ke-36 Hari Anak Nasional, Forum Anak Banyumas menyuarakan aspirasi mereka terkait pembelajaran daring (dalam jaringan) di tengah pandemi covid-19 saat ini.

Seperti diketahui bahwa sudah cukup lama semenjak adanya pandemi Covid-19 tidak ada pembelajaran secara tatap muka. 

Sekolah libur dan digantikan dengan pembelajaran secara online atau daring.

Namun, pembelajaran secara daring menimbulkan berbagai masalah dan keluhan baik dari orangtua dan anak itu sendiri. 

Tidak Sedikit Masyarakat Banyumas Anggap Test Virus Corona Massal Menakutkan, Bupati Angkat Bicara

Di Balik Suara Melengkingya, Judika Sempat Alami Gangguan Pita Suara

Bisnis Rumah Mewah di Tegal Justru Melonjak saat Pandemi Virus Corona

Profil Calon Penantang Gibran di Pilkada Solo, Seorang Penjahit Baju dan Ketua RW

Ketua Forum Anak Banyumas, Kalma Jamila yang juga siswa SMA Negeri 4 Purwokerto  mengungkapkan sisi positif dan negatif dari pembelajaran daring yang selama ini dijalaninya.

"Jelas sangat terganggu, karena banyak guru hanya memberikan tugas saja tetapi tidak menjelaskan materinya seperti apa."

"Apalagi jika itu pelajaran seperti MIPA dan Fisika yang tidak dari kita semua langsung memahami," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (23/7/2020) usai memperingati ke-36 Hari Anak Nasional di Pendopo Sipanji Purwokerto. 

Namun demikian Kalma menceritakan pula sisi positif dari pembelajaran daring.

"Kita jadi diatur bisa membagi waktu karena waktu di rumah sangat banyak."

"Sehingga sebisa mungkin bisa memanfaatkan waktu senggang dan memang kalau tidak diatur maka banyak waktu bermainnya ketimbang belajarnya," imbuhnya.

Ia bersama teman-teman lainnya juga masih mengungkapkan adanya kendalanya jaringan, terutama adalah teman-teman lainnya yang berada di desa terpencil.

Dalam menjalankan pembelajaran daring, dia menggunakan aplikasi whatapps dan membentuk grup kelas dan grup per mata pelajaran dengan ada kordinator kelas.

"Kemudian ada google classroom juga, yang biasanya guru memberikan tugas, kuis dan ulangan."

"Kita biasanya belajar mulai pukul 07.30 WIB sampai pukul 12.00 WIB," jelasnya.

Ia mengungkapkan terkait laporan pembelajaran tergantung guru masing-masing.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved