Jumat, 10 April 2026

Viral Postingan Twitter RS Paksakan Diagnosa Pasien Covid-19 Agar Dapat Insentif, RS Angkat Bicara

Sebuah kicauan di Twitter viral di media sosial setelah menuding sebuah RS di Surabaya sengaja diagnosa pasien dengan Covid-19 agar dapat instentif.

Editor: Rival Almanaf
tangkapan layar
Viral sebuah kicauan di Twitter yang menuding rumah sakit di Surabaya ngotot menyebut seseorang terjangkit Covid-19.(Tangkapan layar) 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SURABAYA - Sebuah kicauan di Twitter viral di media sosial setelah menuding sebuah RS di Surabaya sengaja diagnosa pasien dengan Covid-19 agar dapat instentif.

Tak pelak kicauan yang diposting akun Twitter @BalqisRrzq ini mendapat banyak tanggapan dari warga net.

Dikutip dari kompas.com, bunyi akun twitter itu kurang lebih seperti ini:

"Ini, Ayah aku ngetik buat grup keluarga ya. Pas ini posisi ayahku udah minta pulang paksa dan isolasi mandiri di rumah karena HASIL SWAB hampir 3 Minggu Ga KELUAR. Tapi aneh nya rs kekeh kalo ayah positif covid. Pdhal setelah swab dari program BU RISMA ayah 2 kali negativ," tulis akun @BalqisRrzq.

Bawa Juventus Tundukan Lazio, Cristiano Ronaldo Puncaki Daftar Top Skor Serie A Liga Italia

Mobil Ertiga Seruduk Truk di KM 321 Tol Pemalang Batang, Satu Orang Meninggal Dunia

Jadwal Acara TV Hari Ini Selasa 21 Juli 2020 di ANTV, GTV, RCTI, SCTV, Trans 7 dan Trans TV.

Jadwal Liga Inggris, Nanti Kick Off Pukul 00.00, Ini Link Live Streaming Sheffield United Vs Everton

Pemilik akun juga menyertakan dua foto layar ponsel yang menunjukkan percakapan melalui grup WhatsApp.

Dalam percakapan itu disebutkan bahwa Rumah Sakit Wiyung merekayasa hasil tes untuk mendapatkan dana bantuan Rp 200 juta dari pemerintah.

Dalam percakapan juga disebutkan rumah sakit sengaja menyuntik mati pasiennya agar mendapatkan Rp 350 juta dari pemerintah.

"Dan ternyata pemerintah mentargetkan 70jt jiwa rakyat mati.." tulis @BalqisRrzq.

Hingga Senin sore, ciutan tersebut sudah diretweet sebanyak 1.110 kali dan direspons 574 komentar.

Saat dikonfirmasi, Humas Rumah Sakit Wiyung Surabaya, Angelia Merry mengaku bingung dengan kicauan tersebut.

"Kalau benar pasien Rumah Sakit Wiyung, namanya siapa, di situ tidak dijelaskan."

"Kami juga butuh membuka komunikasi langsung jika itu memang pasien kami," ujar dia.

Angelia mengatakan, tidak bisa menjawab tuduhan akun tersebut karena sampai saat ini belum bisa mengonfirmasi pasien yang dimaksud.

Messi Dipastikan Gagal Tambah Koleksi Ballon dOr, Penghargaa Bola Emas 2020 Resmi Ditiadakan

150 Tenaga Kesehatan Positif Virus Corona, Update Hari Ini Total 811 Kasus di Jepara

Pelaku Penipuan Modus Gandakan Uang Ditangkap di Madiun, Kini Menginap di Rutan Mapolresta Banyumas

Nekat Nyimeng di Kampus, 3 Mahasiswa PTN Ditangkap saat Pesta Ganja, Terancam 20 Tahun Penjara

Bahkan identitas pasien juga belum diketahui pihak rumah sakit.

Manajemen rumah sakit masih mempelajari apakah perlu untuk melaporkan pemilik akun tersebut ke pihak berwajib.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved