Breaking News:

Berita Banjarnegara

Tak Akan Layani Pembeli Tanpa Pakai Masker, Aturan Pedagang Pasar Hewan Purwonegoro Banjarnegara

Penanggungjawab Pasar Hewan Purwonegoro, Giri Wahyono mengatakan, menjelang Iduladha, aktivitas di pasar bahkan meningkat dibanding hari biasa.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/KHOIRUL MUZAKKI
Aktivitas jual beli di Pasar Hewan Purwonegoro, Kabupaten Banjarnegara, Rabu (15/7/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Pandemi Covid-19 tak begitu memengaruhi aktivitas Pasar Hewan Purwonegoro, Kabupaten Banjarnegara.

Penanggungjawab Pasar Hewan Purwonegoro, Giri Wahyono mengatakan, menjelang Hari Raya Iduladha, aktivitas di pasar bahkan meningkat dibanding hari biasa.

Pasar lebih ramai daripada hari biasanya.

Kabupaten Banjarnegara Terima Dividen Bank Jateng, Total Capai Rp 14,160 Miliar

Masih Dibangun, Kondisi Terkini Rumah Dua Nenek Penyandang Tuna Netra di Pucungbedug Banjarnegara

25 Pasien Covid-19 Masih Dirawat, Bupati Banjarnegara: Kemarin Tambah Lagi 4 Orang

BLT Tahap III Disalurkan Pemkab Banjarnegara, Tiap Keluarga Penerima Manfaat Rp 600 Ribu

Meski aktivitas normal, pihaknya tetap memberlakukan protokol kesehatan bagi pedagang maupun pembeli di pasar.

Pihaknya menyediakan media untuk cuci tangan sejumlah titik di pasar.

Pedagang dan pengunjung pasar pun diimbau mengenakan masker untuk memutus mata rantai penularan virus corona.

"Pedagang diimbau jangan melayani pembeli yang tidak pakai masker," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (15/7/2020).

Giri mengatakan, khusus bagi pedagang dari luar kota, termasuk DKI Jakarta harus membawa surat bukti sehat atau bebas dari Covid-19 dari fasilitas kesehatan terdekat.

Memasuki Pasar Hewan Purwonegoro, pedagang dari luar kota dicek kesehatan atau suhu badannya oleh petugas posko kesehatan setempat.

Giri berucap, jumlah pedagang dari luar kota, khususnya Jakarta yang berkunjung ke Pasar Hewan Purwonegoro berkurang tahun ini.

Biasanya, menjelang kurban, selain warga lokal, pelanggan kambing kurban di pasar banyak dari luar kota, khususnya Jakarta.

Kambing dari Banjarnegara ini dibawa ke Jakarta untuk dijual kembali ke konsumen.

Berkurangnya pembeli dari Jakarta itu tak ayal memengaruhi tingkat penjualan di pasar.

Permintaan kambing menjadi menurun karena lebih banyak mengandalkan pembeli dari warga lokal. (Khoirul Muzakki)

Pengusung Penantang Calon Petahana Bertambah, Partai Nasdem Usung Oji-Jeni di Pilbup Purbalingga

Masih Nekat Tarik Pungutan ke Wali Murid, Bupati Banyumas: Si Kepala Sekolah Bakal Kami Copot

PSIS Semarang Tanggapi Dua Regulasi Jelang Kompetisi Liga 1, Dragan: Itu Wacana yang Konyol

Masih Masa Pandemi, Ini Tata Cara Sembelih Hewan Kurban dari Kantor Kemenag Kota Tegal

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved