Berita Nasional

Nasib Siswi Berprestasi dengan 700 Piala, Arista Gamang Antara Putus Sekolah atau Masuk SMA Swasta

Nasib Siswi Berprestasi dengan 700 Piala, Arista Gamang Antara Putus Sekolah atau Masuk SMA Swasta

Warta Kota/Rangga Baskoro
Aristawidya Maheswari saat menunjukkan salah satu karyanya yang terpilih dipajang di Galeri Nasional pada Juli 2019. Kini, Arista gamang antara masuk SMA swasta atau putus sekolah, setelah ia gagal dalam PPDB SMA 2020 DKI Jakarta. 

Selain Global Sevilla School, sekolah lain yang menawarkan beasiswa kepada Arista, IDN Boarding School.

Namun sekolah tersebut masih dipertimbangkan oleh Arista.

"Belum tau juga kita kan mesti lihat banyak pertimbangan karena masuk sekolah bukan hanya ada yang nawarin masuk sekolah ini itu jadi masih banyak yang dipertimbangkan dan dipikirkan," ucapnya.

Tawaran Pemprov DKI berlaku untuk umum

Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Syaefuloh sebelumnya mengatakan bahwa akan membantu Arista untuk masuk SMA swasta karena tak diterima di SMA Negeri.

Namun, menurut Siwi, bantuan tersebut memang bersifat umum kepada semua anak, bukan hanya Arista.

"Kalau swasta penawaran Pemprov buat umum. Waktu itu direncanakan yang enggak diterima dimasukin swasta," terangnya.

Tawaran itu tak menjamin Pemprov DKI untuk menanggung semua biaya Arista di sekolah swasta.

"Iya memang kita kalau misal Arista dibantu juga enggak lah enggak mungkin karena bukan buat Arista saja," tutup Siwi.

Putus sekolah, mengajar lukis

Aristawidya Maheswari sempat mengungkapkan memilih putus sekolah setelah tidak terakomodasi oleh sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Jakarta 2020.

"Agak sedih juga, tapi karena memang tidak masuk karena nilai. Nilai aku tidak terlalu tinggi, tidak terlalu rendah juga. Udah coba ke delapan sekolah, tapi tidak dapat juga," kata Arista saat dijumpai di kediamannya, Rusun Jatinegara Kaum, Pulo Gadung, Jakarta Timur, Rabu (8/7/2020), seperti dikutip Antara.

Rabu (8/7/2020) pukul 15.00 WIB adalah batas waktu penerimaan sekolah negeri melalui jalur terakhir berupa "bangku sisa" yang dialokasikan dari peserta PPDB yang tidak mendaftar ulang serta siswa tidak naik kelas.

Meski faktor usia tidak lagi dipertimbangkan dalam jalur terakhir itu, perempuan peraih lebih dari 700 penghargaan seni lukis tingkat daerah dan nasional itu kalah bersaing dalam perolehan pembobotan nilai.

Alumnus SMPN 92 Jakarta itu hanya mengumpulkan total nilai 7.762,4 berdasarkan akumulasi nilai rata-rata rapor 81,71 dikalikan nilai akreditasi 9,5 poin.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved