Breaking News:

Berita Nasional

ABK Indonesia Disiksa hingga Tewas di Kapal China, Hasan Terus Dipukuli dan Tak Diberi Makan 3 Hari

ABK Indonesia Disiksa hingga Tewas di Kapal China, Hasan Terus Dipukuli dan Tak Diberi Makan 3 Hari

KOMPAS.COM/HADI MAULANA
Petugas gabungan mengevakuasi mayat ABK Indonesia, hasan Afriandi (20), yang ditemukan disimpan dalam freezer kapal berbendera China Lu Huang Yuan Yu 118. Dalam perkara ini, Polda Kepri menetapkan satu orang tersangka, seorang WNA asal China yang kesehariannya merupakan mandor di kapal. Dari hasil pemeriksaan, diektahui sebelum meninggal, Hasan sedang sakit tapi tetap dipaksa bekerja dan terus-terusan mendapat siksaan, bahkan tak diberi makan selama 3 hari. 

Jenazah ABK Indonesia, Hasan Afriandi (20) ditemukan disimpan dalam freezer atau lemari pendingin kapal ikan berbendera China. Mayat ABK Indonesia itu disimpan di dalam freezer sejak Juni. Sebelum tewas, Hasan mendapat siksaan bertubi-tubi. Meski sedang sakit, Hasan dipaksa tetap bekerja dan terus dipukuli serta tak dikasih makan selama 3 hari.

TRIBUNBANYUMAS.COM - Misteri penemuan mayat Anak Buah Kapal (ABK) Indonesia di kapal ikan berbendera China yang disimpan dalam frezeer perlahan mulai terkuak.

ABK Indonesia bernama Hasan Afriadi itu diketahui mengalami penyiksaan hingga ajal menjemputnya.

Sebelum tewas, Hasan sedang sakit, tapi terus dipaksa bekerja, bahkan terus dipukuli hingga tak diberi makan tiga hari.

Mayat ABK Indonesia asal Lampung itu ditemukan di dalam peti pendingin ikan di atas kapal berbendera China Lu Huang Yuan Yu 118.

Patroli Gabugan Amankan 2 Kapal Ikan China, Petugas Kaget Temukan Jenazah ABK Indonesia di Freezer

Polisi: Ada Luka Bekas Penganiayaan di Jenzah ABK Indonesia yang Disimpan di Freezer Kapal China

Polda Jateng Tangkap Direktur Perusahaan Penyalur ABK Indonesia, Berkait Perbudakan di Kapal China

Makan Umpan Ikan, Minum Air Laut dan Hanya Tidur 3 Jam, Kisah Pilu ABK Indonesia di Kapal China

Penemuan mayat Hasan bermula saat peugas gabungan mengamankan dua kapal ikan berbendera China di Perairan Batu Cula Selat Philip, Belakang Padang, Batam, Kepulauan Riau, pada Rabu (8/7/2020).

Dua kapal tersebut adalah Lu Huang Yuan Yu 117 dan Lu Huang Yuan Yu 118.

Bekerja sejak Januari 2020

Saat diperika petugas, di atas kapal Lu Huang Yuan Yu 118 terdapat 32 ABK yang terdiri dari 10 WNI termasuk Hasan Afriandi serta 15 WNA asal China dan delapan WNA asal Filipina.

WNI yang bekerja di dua kapal tersebut berasal dari Jakarta, Brebes, Sukabumi, Pamelang, Tegal, Medan, Semarang, Lampung, Majalengka, dan Kediri.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved