Virus Corona Jateng
Dalam 24 Jam Terakhir 100 Orang Terinfeksi Virus Corona di Jawa Tengah
Dalam waktu 24 jam terakhir tercatat ada 100 orang yang menderita Covid-19 di wilayah yang dipimpin Ganjar Pranowo ini.
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Penularan virus corona di Jawa Tengah masih cukup tinggi.
Dalam waktu 24 jam terakhir tercatat ada 100 orang yang menderita Covid-19 di wilayah yang dipimpin Ganjar Pranowo ini.
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto mengatakan, masih ada penambahan kasus baru pasien positif Covid-19 hingga Sabtu (11/7/2020).
Menurut Yuri, berdasarkan data yang dihimpun pemerintah hingga pukul 12.00 WIB, Sabtu, ada penambahan 1.671 kasus baru Covid-19.
• Tundukan Chelsea 3-0, Sheffield United Gusur Arsenal di Klasemen Liga Inggris
• Warga Kebumen Kini Tidak Perlu ke Cilacap untuk Mengurus Paspor
• Jadwal Acara TV Hari Ini Minggu 7 Juli 2020: GTV, Trans TV, Trans 7, RCTI, dan SCTV
• Kesaksian Warga soal Keseharian Terduga Teroris yang Ditembak Densus 88 di Sukoharjo: Tak Menonjol
Jumlah ini didapatkan dari hasil pemeriksaan terhadap 23.310 spesimen dalam 24 jam terakhir.
"Sehingga secara akumulatif ada 74.018 kasus positif Covid-19 (di Indonesia) sampai saat ini," kata Yuri dalam konferensi pers di Graha BNPB, Sabtu sore.
Berdasarkan data yang dipaparkan Yuri, kasus baru pasien positif Covid-19 tersebar di 28 provinsi.
Dari data tersebut, tercatat lima provinsi dengan penambahan kasus baru tertinggi, Jawa Timur (409 kasus baru),
DKI Jakarta (378 kasus baru).
Kemudian, Sulawesi Selatan (180 kasus baru), Jawa Tengah (100 kasus baru), dan Sumatera Utara ( 87 kasus baru).
Sementara itu, penularan Covid-19 secara keseluruhan hingga saat ini terjadi di 460 kabupaten/kota yang berada di 34 provinsi.
Selain itu, Yuri menyampaikan ada enam provinsi yang tidak terdapat kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir.
Keenam provinsi itu yakni Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Lampung dan NTT.
Yuri melanjutkan, pemerintah juga mencatat ada penambahan 1.190 pasien yang telah dinyatakan sembuh.
"Dengan demikian, total pasien sembuh ada 34.719 orang," tutur Yuri.