Berita Blora

Putri Bambang Sadono Padma Ramaikan Bursa Balon Bupati Blora, Golkar Ingin Usung Kader Sendiri

Anak Bambang Sadono Padmasari Mestikajati Ramaikan Bursa Balon Bupati Blora, Golkar Ingin Usung Kader Sendiri

golkarpedia.com
Padmasari Mestikajati Sadono --yang merupakan putri politisi senior Jateng, Bambang Sadono-- bersama Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto. Padma dikabarkan menjajaki kemungkinan maju bertarung dalam kontestasi Pilkada Blora 2020, dengan diusung Partai Golkar. 

"Sementara ini di Blora, kami menjalin kerjasama dengan Wakil Bupati petahana, Arief Rohman, yang maju menjadi bakal calon (balon) Bupati. Golkar cukup signifikan di sana, jadi kenapa tidak (usung kader sendiri)."

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - DPD Partai Golkar Jawa Tengah berencana mengusung kader sendiri di dalam perhelatan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Blora 2020 ini.

Dikabarkan, kader Golkar yang hendak maju dalam konstestasi politik lima tahunan itu adalah Padmasari Mestikajati Sadono, yang tak lain merupakan anak dari tokoh senior Golkar Jateng, Bambang Sadono.

Dalam surat tugas sementara, Golkar diketahui turut mendukung pasangan calon (paslon) Arief Rohman - Tri Yuli Setyowati (ARTYS), yang merupakan politisi dari PKB dan PDIP.

Sekretaris DPD Golkar Jateng, Juliyatmono, mengatakan suara Golkar di Blora cukup signifikan sehingga diharapkan kader sendiri yang diutamakan maju.

Resmi! Paslon ARTYS Kantongi Rekomendasi PKB dan PDIP dalam Kontestasi Pilkada Blora 2020

Perihal Anggota DPRD Blora Tolak Cek Kesehatan, Wabup Arief Rohman: Ada Miskomunikasi

Ratusan Orang Jemput Paksa Belasan Pasien Covid-19 di Blora, Ganjar Minta Pemkab Pastikan Ini

Lagi, 28 ASN Purbalingga Diberi Sanksi, Total 51 PNS Terbukti Langgar Netralitas berkait Pilkada

"Sementara ini di Blora, kami menjalin kerjasama dengan Wakil Bupati petahana, Arief Rohman, yang maju menjadi bakal calon (balon) Bupati."

"Golkar cukup signifikan di sana, jadi kenapa tidak (usung kader sendiri)," kata Sekretaris DPD Partai Golkar Jateng, Juliyatmono, Minggu (5/7/2020).

Untuk mengusung calon kepala daerah sendiri dalam Pilkada Blora 2020, menurut Juli, Golkar memang harus berkoalisi dengan partai politik (parpol) lain.

Sebab, perolehan kursi di Kabupaten Blora hanya lima kursi, sehingga masih kurang empat kursi sebagai syarat minimal mengusung calon sendiri.

Meskipun masih kekurangan kursi dan membutuhkan dukungan, dia optimistis Golkar Blora bisa menjalin komunikasi dengan parpol setempat untuk berkoalisi mengusung bakal calon bupati dan wakil bupati.

Untuk sementara, pihaknya masih mendiskusikan dengan sejumlah pihak terkait dengan peluang  mengusung calon dari internal partai beringin.

Demikian halnya, terkait dengan koalisi juga masih dibicarakan peluang-peluangnya.

"Dalam posisi ini kan sama-sama punya kesempatan, tidak tahu siapa yang jadi."

"Jika ada kerjasama (koalisi) yang baik dan memenuni persyaratan maju, maksud saya Golkar usung kader sendiri," tandas pria yang juga menjabat Bupati Karanganyar itu.

Hal senada juga diungkapkan Ketua DPD Partai Golkar Blora, Siswanto.

Bahkan, ia menuturkan telah menerima instruksi dari Golkar Jateng bahwa ada kader yang akan mendaftar.

"Namun, secara hierarki, karena lokasi pilkada di Blora, sehingga diarahkan untuk (mendaftar) ke DPD Golkar Blora," ucap Siswanto, Minggu (5/7/2020).

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved