Breaking News:

Berita Regional

Mengintip Traidisi Pacaran Orang Rimba, 2.000 Hari Mengabdi di Calon Mertua, Sentuh Pacar Didenda

Mengintip Traidisi Pacaran Orang Rimba, 2.000 Hari Mengabdi di Calon Mertua, Sentuh Pacar bahkan hanya memegang tangan saja bisa Didenda

TribunJambi.com
Ilustrasi keluarga Suku Anak Dalam (SAD) atau Orang Rimba di Jambi - Orang Rimba punya tradisi unik dalam masa pacaran, sebelum hari pernikahan. Si pria harus mengabdi selama 2.000 hari di keluarga calon mertua. Karena itu, si pria tinggal bersama keluarga pacarnya. Namun, bila ketahuan memegang tangan pacar saja, si laki-laki dikenakan denda. 

Tradisi pacaran Orang Rimba atau cukup unik. Lelaki harus mengabdi selama 2.000 hari di keluarga calon mertua, tanpa pamrih. Tradisi ini disebut bekintangon. Selama bekintangon, si pria tinggal di bersama keluarga pacarnya. Namun, bila ketahuan menyentuh pacar, si pria akan dikenakan denda. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAMBI - Orang RImba atau Suku Anak Dalam (SAD) diyakini sebagai suku asli Jambi, yang menjunjung tinggi harkat-martabat perempuan.

Karena itu, bila seorang pria hendak mempersunting perempuan Orang Rimba, si lelaki harus mengabdi selama 2.000 hari di keluarga pacar atau calon pengantin perempuan.

Tradisi pacara Orang Rimba ini, dalam bahasa setempat disebut bekintangon.

Mengabdi selama 2.000 hari itu dilakukan untuk membuktikan ketulusan dan kepandaian dalam mencari makan, berburu dan meramu.

Masuki Fase New Normal Pasien Positif Covid-19 di Banyumas Bertambah, Berikut Update Minggu 5 Juli

Mengintip Sepak Terjang Ratu Sabu Murziyanti, Wanita Aceh Pertama yang Dijatuhi Hukuman Mati

Pejabat Pemerintah Ini Malah Cabuli Korban Perkosaan yang Harusnya Dilindungi, Orangtua: Biadab!

Viral Model Hanya Meminta Mas Kawin Sepasang Sandal Jepit Kepada Mempelai Pria

Memang, perempuan rimba menempati posisi tinggi dalam peradahan Orang Rimba.

Seorang dukun atau malim adalah wanita. Garis keturunan berada pada perempuan.

Bahkan untuk mengukuhkan tumenggung atau pemimpin Orang Rimba dalam struktur masyarakat mereka, juga dilakukan oleh perempuan.

Kutipan lirik lagu, Bukan Bintang Biasa (BBB) "putus satu tumbuh seribu, putus nyambung, putus nyambung, putus nyambung, kalau dekat benci kalau jauh kangen" hanya berlaku pada anak milenial.

Tetapi tidak bagi remaja rimba.

Halaman
1234
Editor: yayan isro roziki
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved