Breaking News:

Berita Regional

Mengintip Sepak Terjang Ratu Sabu Murziyanti, Wanita Aceh Pertama yang Dijatuhi Hukuman Mati

Mengintip Sepak Terjang Ratu Sabu Murziyanti, Wanita Aceh Pertama yang Dijatuhi Hukuman Mati

kompas.com
Ilustrasi terdakwa menanti ekskusi hukuman mati di dalam penjara - Ratu sabu Murziyanti menjadi wanita Aceh pertama yang dijatuhi hukuman mati. Murziyanti terlibat dalam jaringan internasional peredaran narkotika kelas I. 

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Murziyanti binti Zainal Abidin Alm.als Mak dengan pidana mati." ~ Murziyanti menjadi wanita Aceh pertama yang dijatuhui hukuman mati karena terjerat kasus jaringan internasional peredaran sabu-sabu.

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANDA ACEH –  Murziyanti (41) menjadi wanita Aceh pertama yang dijatuhi hukuman mati, atas kasus peredaran sabu-sabu.

Ini setelah Pengadilan Negeri (PN) Idi, Aceh Timur, menjatuhkan vonis mati terhadap bos sabu asal Aceh, Faisal M Nur dan istrinya Murziyanti (41).

Faisal yang kini tengah menjalani hukuman 18 tahun penjara di Lapas Kelas II A, Pekan Baru, terbukti mengendalikan bisnis narkotika.

Sementara istrinya, Murziyanti, berperan sebagai penghubung antara Faisal dengan jejaring mafia sabu.

Selain itu, Murziyanti juga ikut mengatur skenario pengiriman. Perannya dianggap sangat dominan, sehingga majelis hakim memutuskan menjatuhkan vonis hukuman mati.

Pejabat Pemerintah Ini Malah Cabuli Korban Perkosaan yang Harusnya Dilindungi, Orangtua: Biadap!

Pecatan Polri Ditembak Polisi, Digrebek Sedang Pesta Sabu, Mau Bacok Petugas saat Hendak Ditangkap

Puluhan Anak-anak Ini Belajar di Kuburan, Ternyata Malah Diinisiasi Polisi, Begini Ceritanya

Entah Bagaimana Meski Sehat Suroto Tiduran hingga 10 Tahun, Tak Mau Bangun Sejak Erupsi Merapi 2010

Vonis terhadap Murziyanti dibacakan dalam sidang putusan, Rabu 17 Juni 2020 lalu.

Sidang dipimpin oleh Hakim Ketua Apriyanti SH MH dan dua hakim anggota yakni, Khalid Amd SH MH, dan Asra Saputra SH.

Dalam salinan putusan PN Idi yang diakses Serambinews.com di Direktori Putusan Mahkamah Agung RI, Sabtu (4/7/2020), disebutkan keterlibatan Murziyanti dimulai sekitar pertengahan Juli 2019.

Sore itu waktu Malaysia, Murziyanti mendapat tawaran pekerjaan dari Ijan (DPO, warga negara Malaysia) untuk menyelundupkan 20 kg sabu dari Malaysia ke Indonesia.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved