Breaking News:

Bisnis dan Ekonomi

Sepatu dari Ceker Ayam, Produk Indonesia yang Tetap Tumbuh di Tengah Pandemi Covid-19

Sepatu kulit mungkin terdengar biasa bagi kebanyakan orang. Namun, brand asal Bandung, Hirka membuat sepatu dari kulit ceker ayam.

Istimewa
Nurman Farieka produsen sepatu berbahan ceker ayam.(Dok Astra) 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Sepatu kulit mungkin terdengar biasa bagi kebanyakan orang.

Namun, brand asal Bandung, Hirka membuat sepatu dari kulit ceker ayam.

Siapa sangka ide itu justru membuat usahanya terus tumbuh di tengah pandemi virus corona.

10 Pasien Corona dari Klaster Panti Jompo di Rembang Dinyatakan Sembuh

Saksi Sebut Sudah Serahkan Pelat Nomor Kendaraan Terduga Pelaku ke Polisi

WHO Ungkap Laporan Pertama Kasus Virus Coroan Bukan dari China, tapi dari . . .

Khabib Nurmagomedov Berduka, Sang Ayah Meninggal Dunia, Presiden Rusia Putin Beri Penghormatan

Suara gerobak pedagang sayur mulai terdengar perlahan memasuki Gang Subur, Regol, Bandung.

Tepat satu jam sebelum menunjukkan pukul 6 pagi, seorang anak muda yang tinggal di Gang Subur buru-buru membuka pintu depan rumahnya.

Dia menunggu pedagang sayur yang menjajakan ceker ayam.

Adalah Nurman Farieka, yang setiap 10 hari menampung 20 kilogram ceker ayam dari pedagang sayur langganannya.

Bukan untuk dibuat makanan tertentu, ceker ayam itu hanya diambil kulitnya untuk dibuat sepatu.

Ya, Nurman adalah seorang pengusaha sepatu berusia 25 tahun.

Resep pengolahan ceker ayam dia dapatkan dari catatan orang tua.

Halaman
123
Editor: Rival Almanaf
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved