Berita Rembang

10 Pasien Corona dari Klaster Panti Jompo di Rembang Dinyatakan Sembuh

Bupati Rembang Abdul Hafidz mengaku kecolongan dengan munculnya klaster penularan virus corona di Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia Turusgede Rembang

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: Rival Almanaf
FREEPIK.COM
ILUSTRASI Masker dan uji sampel darah rapid test virus corona. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, REMBANG - Bupati Rembang Abdul Hafidz mengaku kecolongan dengan munculnya klaster penularan virus corona di Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia Turusgede Rembang.

“14 hari terakhir ini memang Rembang dikejutkan dengan ledakan kasus positif Covid-19 dari panti lansia."

"Saya memang agak kecolongan, karena sejak awal saya anggap itu lokasi paling steril."

"Tempatnya menyendiri, dipagar tinggi, orangnya tidak ada yang kemana-mana."

Saksi Sebut Sudah Serahkan Pelat Nomor Kendaraan Terduga Pelaku ke Polisi

WHO Ungkap Laporan Pertama Kasus Virus Coroan Bukan dari China, tapi dari . . .

Khabib Nurmagomedov Berduka, Sang Ayah Meninggal Dunia, Presiden Rusia Putin Beri Penghormatan

Pemkot Solo Ajukan Izin Buat Jalur Khusus Sepeda di Perlintasan Sebidang

"Tapi ternyata petugasnya ada yang dari luar kota, antara lain semarang dan Jepara,” papar dia ketika diwawancarai Tribunbanyumas.com di halaman KSPPS BMT Bina Ummat Sejahtera, Lasem, Sabtu (4/7/2020).

Ia menyebut, dari 34 orang yang positif terpapar corona di klaster tersebut, sepuluh di antaranya sudah diperbolehkan keluar dari rumah sakit.

Mereka terdiri atas delapan pegawai panti dan dua lansia.

Di antara pegawai yang telah dinyatakan sembuh, sebagian pulang ke rumah dan sebagian telah kembali bekerja.

Adapun dua orang lansia telah kembali ke panti.

“Sisanya (yang masih dirawat) sehat semua, hanya dua yang perlu pengawasan khusus,” tambah Hafidz.

Ia menerangkan, kini di halaman panti jompo telah didirikan posko pengawasan. Posko tersebut didirikan setelah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berkunjung bersama Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial provinsi.

Menurut dia, tenda tersebut didirikan untuk mengawasi para lansia yang berada di panti.

Sejauh ini, lanjut Hafidz, pihaknya menyiapkan 100 bangsal di rumah sakit untuk perawatan pasien Covid-19.

“Tapi mudah-mudahan tidak ada tambahan pasien positif. Lagipula klaster penularannya hanya di situ, tidak menyebar ke luar,” tandas dia. (Mazka Hauzan Naufal)

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved