Breaking News:

Berita Kriminal

Nenek 74 Tahun Gasak Rp250 Juta, Modus Janjikan Korban Lolos Tes CPNS, Isi Hari Tua di Penjara

Nenek 74 Tahun Gasak Rp250 Juta, Modus Janjikan Korban Lolos Tes CPNS, Isi Hari Tua di Penjara

kompas.com
Ilustrasi pelaku kriminal di dalam penjara - Seorang nenek berusia 74 tahun berinisial S, terpaksa mendekam di dalam penjara dan menghabiskan masa tua di balik jeruji besi, karena menggasak uang Rp250 juta. Korban dijanjikan lolos tes CPNS. 

Penipuan berawal pada 2015 saat S menjanjikan korbannya bisa lolos menjadi CPNS. Namun, syaratnya korban wajib menyetor uang sebesar Rp250 juta. Namun, hingga bertahun-tahun korban juga tak juga lolos menjadi CPNS, uang yang disetorkan pun tak jua kunjung dikembalikan.

BENGKULU - Seorang nenek di Bengkulu berinisial S (74), pandai melihat peluang untuk meraup keuntungan hingga ratusan juta rupiah.

Melihat hasrat tinggi seseorang untuk lolos tes calon pegawai negeri sipil (CPNS), nenek S pun melakukan penipuan, dan berhasil menggasak uang korban senilai Rp250 juta.

Kepada korban, nenek S berjanji bisa meloloskan yang bersangkutan menjadi CPNS.

Namun, aksi kejahatan nenek S harus berakhir, setelah ia ditangkap polisi karena adanya laporan dari korban.

Rekrutmen Calon Perwira Penerbang TNI Dinas Pendek, Simak Kebutuhan dan Info Lengkapnya Berikut Ini

Yang Mulia Ketua Komplotan Penipu Antarpula Berkedok Loloskan CPNS Diringkus Polres Kebumen

Komplotan Penipu Seleksi CPNS di Kebumen Dibekuk, Raup Rp 2 Miliar dari Ratusan Korban

Oknum PNS Ini Nyambi Jadi Makelar CPNS, Korbannya Rugi Rp 200 Juta

Kini, nenek S pun harus rela menghabiskan dan mengisi hari tua di dalam penjara.

Selain menangkap tersangka S, polisi juga menyita uang Rp250 juta dari hasil penipuan.

Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes Sudarno mengatakan, dalam melancarkan aksinya, S bekerjasama dengan tersangka berinisial B yang juga telah ditangkap.

Saat ini S dan B ditahan di Mapolda Bengkulu.

"Kedua tersangka telah kita lakukan penahanan."

"Proses masih berlanjut dengan pemeriksaan saksi-saksi," ujar Sudarno saat dihubungi via telepon, Sabtu (4/7/2020).

Halaman
123
Editor: yayan isro roziki
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved