Berita Kriminal
Trauma Diselingkuhi, Pemuda Ini Mengaku Khilaf Cekik Pacar hingga Tewas, Bermula dari Pesan WA
Cemburu Buta karena Pesan WA, Pemuda Ini Cekik Pacar hingga Tewas: Saya Khilaf, Menyasal
Tersangka kesal karena banyak pesan WhatsApp dari laki-laki lain di ponsel pacarnya. Karena tak terima dan cemburu, akhirnya berencana membunuh korban. Tersangka trauma diselingkuhi, ia pernah menjalin hubungan asmara dengan yang lain sebelum korban dan sempat akan menikah.
TRIBUNBANYUMAS.COM, TANGERANG - Seorang pemuda berinisial MI (19), tega mencekik pacarnya, S (20), hingga tewas, di sebuha gagng di Kelurahan Gerendeng, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang.
Pelaku mengaku khilaf atas perbuatannya, karena dibakar api cemburu saat mendapati banyak pesan dari lelaki lain melalui WhatsApp (WA) korban.
MI mengaku trauma diselingkuhi, sehingga nekat mencekik pacarnya hingga tewas, dan membuang jasad korban ke empang.
Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Sugeng Hariyanto menjelaskan, tersangka yang berprofesi sebagai buruh pabrik tersebut mengaku kesal dengan pacarnya yang baru dia kenal dua bulan melalui media sosial tersebut.
• Saat Risma Sujud di Kaki Dokter saat Wali Kota Surabaya Audiensi dengan IDI, Mohon Tak Disalahkan
• Begini Cara Urus Surat Keterangan Bebas Covid-19, Berikut Biaya Mandiri di Rumah Sakit
• Pasien Positif Covid-19 Hampir Tembus Empat Ribu, Dinkes Beberkan Penyebabnya
• Mahalnya Biaya Perawatan Pasien Covid-19 Capai Rp290 Juta Per Orang, Masih Remehkan Corona?
Dia kesal karena banyak pesan WhatsApp dari laki-laki lain di ponsel pacarnya.
"Terjadi percekcokan yang menurut tersangka ada beberapa komunikasi (pesan WhatsApp) yang menurut tersangka adalah mantan pacar korban," ujar Sugeng dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (30/6/2020).
Karena tak terima dan merasa cemburu, akhirnya MI merencanakan pembunuhan terhadap korban.
Sugeng menjelaskan, ada latar belakang yang membuat tersangka begitu geram terhadap korban.
Tersangka pernah menjalin hubungan asmara dengan orang lain sebelum korban dan sempat akan menikah.
"Tetapi, kemudian batal karena selingkuh juga, kemudian kenal dengan korban," tutur Sugeng.
Adapun kronologi kejadian pada 11 Juni, korban bersama pelaku menyewa kamar di apartemen Habitat.
Kemudian tanggal 12 Juni pukul 03.30 WIB, terjadi percekcokan karena pelaku melihat pesan WhatsApp korban.
Pukul 04.45 WIB, pelaku kemudian mengajak korban keluar kamar dan mencari tempat di sekitar Jalan Sasmita.
Pelaku mengajak korban ke dalam gang buntu di Kelurahan Gerendeng, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, atau tempat kejadian pembunuhan.