Update Virus Corona Jateng

Pasien Positif Covid-19 Hampir Tembus Empat Ribu, Dinkes Beberkan Penyebabnya

Berdasarkan data yang tertera di situs www.corona.jatengprov.go.id Senin (29/6/2020) sore, saat ini terdata 3.977 warga Jateng yang positif terinfeksi

KOMPAS.COM/Shutterstock
Ilustrasi virus corona yang merebak di Indonesia. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Kasus Covid-19 di Jawa Tengah masih terus bertambah.

Berdasarkan data yang tertera di situs www.corona.jatengprov.go.id Senin (29/6/2020) sore, saat ini terdata 3.977 warga Jateng yang positif terinfeksi corona.

Dari total kasus positif tersebut, 1.940 di antaranya berstatus dirawat.

Kemudian 1.719 sembuh, dan 318 lainnya dinyatakan meninggal dunia.

Sedangkan jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP), saat ini mencapai 8.653 kasus.

Jadwal Acara TV Hari Ini Selasa 20 Juni 2020 di Trans TV, Trans 7, GTV dan Stasiun Lainnya

Video Keseruan Offroad Mini RC Adventure Bawor Ngapak Banyumas

Rhoma Irama dan Penyelenggara akan Diperiksa Polisi, Nekat Gelar Konser Acara Khitanan saat Pandemi

Marah Tak Diberi Uang untuk Mabuk Miras, Pria Ini Tusuk Leher Tetangga, Begini Akhirnya . . .

940 di antaranya dirawat, 6.522 sudah dinyatakan sembuh, dan 1.191 lainnya dinyatakan meninggal dengan status PDP.

Sementara itu, untuk angka kasus Orang Dalam Pengawasan (ODP), saat ini mencapai 50.550 orang.

3.960 di antaranya dalam pemantauan, dan 46.590 dinyatakan selesai pemantauan..

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yulianto Prabowo mengungkapkan meningkatnya kasus corona di Jateng disebabkan karena adanya pelacakan yang masif, sistematis, dan terstruktur.

Ia menyebut DInkes tidak melakukan pelacakan secara acak, melainkan berdasarkan populasi sampel.

"Kita memakai pola dalam suatu populasi. Lalu kita pilah dulu siapa yang PDP kita swab test, siapa yang ODP kita swab tes, siapa yang kontak erat kita swab tes."

Arthur dan Pjanic Resmi Bertukar Nasib, Barcelona - Juventus Sepakati Pertukaran Pemain

Tak Terima Ditegur saat Main Hp, Pemuda Ini Nekat Membakar Panti Asuhan, Merasa Tidak Disukai

Saat Risma Sujud di Kaki Dokter saat Wali Kota Surabaya Audiensi dengan IDI, Mohon Tak Disalahkan

Rhoma Irama Ingkar Janji Tak Nyanyi di Acara Khitanan, Bikin Marah dan Kecewa Bupati Bogor

"Tapi kita juga melakukan suatu tes sampling di lokasi yang mempunyai faktor resiko tinggi," kata Yulianto.

"Misalnya kerumunan pasar atau mall, yang menurut kami memiliki resiko penularan yang tinggi itu kita lakukan tes."

"Yang pertama adalah dengan rapid test. Nanti yang reaktif siapa baru kita lakukan pemeriksaan swab."

"Sistematisnya seperti itu. Jadi tidak serta merta. Sebetulnya boleh, selama kapasitas laboratorium kita mampu atau cukup," pungkasnya. (Arl)

Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra
Editor: Rival Almanaf
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved