Berita Kriminal

Emak-emak Geruduk Rumah W di Dukuhseti Pati, Merasa Kena Tipu Pengelola Arisan Online

Membawa spanduk berisi tulisan-tulisan bernada protes, para perempuan tersebut menuntut pertanggungjawaban W untuk mengembalikan uang anggota arisan.

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/MAZKA HAUZAN NAUFAL
Puluhan perempuan menggeruduk kediaman W, seorang yang diduga merupakan pelaku penipuan berkedok arisan daring (online), di Desa Tegalombo, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, Kamis (25/6/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PATI - Puluhan perempuan menggeruduk kediaman W, seorang yang diduga pelaku penipuan berkedok arisan daring (online), di Desa Tegalombo, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, Kamis (25/6/2020).

Membawa spanduk berisi tulisan-tulisan bernada protes, para perempuan tersebut menuntut pertanggungjawaban W untuk mengembalikan uang anggota arisan.

Tinggal Empat Pasien Positif Covid-19 di Banjarnegara, Satu Warga Batur Sembuh dan Sudah Pulang

Bendera PDIP Dibakar Peserta Aksi Demo di Jakarta, Ganjar Pranowo: Kader Jangan Sampai Terprovokasi

Kapolsek di Rembang Meninggal Karena Terpapar Covid-19, Kapolda Jateng: Dia Punya Sakit Bawaan

Polisi Periksa Manager BMT Insan Mandiri, Status Saksi Kasus Penggelapan Dana Nasabah di Banyumas

Septiya Talita, satu di antara korban penipuan mengatakan, total kerugian yang dialami para anggota arisan diperkirakan hampir mencapai Rp 1 miliar.

Sementara ini, yang sudah terdata sekira Rp 500 juta.

“Saya sendiri rugi Rp 28 juta,” ujar perempuan asal Desa Ngablak, Kecamatan Cluwak, Kabupaten Pati ini kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (25/6/2020).

Ia menyebut, arisan daring yang memanfaatkan media sosial Facebook ini berlangsung sejak Januari 2019.

Dia kemudian merasa ditipu setelah bersama rekan-rekannya pula putus kontak dengan W.

“Dia nomornya tidak aktif."

"Selain itu beberapa sudah jatuh tempo tidak diberikan uangnya,” kata dia.

Septiya menuntut W untuk mengembalikan uang seluruh anggota arisan.

Dia berharap masalah ini bisa selesai secara kekeluargaan.

Namun, jika W tidak lekas merespons, pihaknya akan menempuh jalur hukum.

Puluhan perempuan menggeruduk kediaman W, seorang yang diduga merupakan pelaku penipuan berkedok arisan daring (online), di Desa Tegalombo, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, Kamis (25/6/2020).
Puluhan perempuan menggeruduk kediaman W, seorang yang diduga merupakan pelaku penipuan berkedok arisan daring (online), di Desa Tegalombo, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, Kamis (25/6/2020). (TRIBUN BANYUMAS/MAZKA HAUZAN NAUFAL)

Senada, Tita Pramesti, korban lain mengungkapkan, hitungan kerugian yang hampir mencapai Rp 1 miliar tersebut ialah dari akumulasi kerugian seluruh anggota.

Namun, sejauh ini yang terdata baru sekira Rp 500 juta karena ada sebagian anggota yang sudah mengikhlaskan uangnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
  • Berita Terkait :#Berita Kriminal
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved