Berita Kriminal

Berkat Mi Instan Polisi Ungkap Uang Palsu Rp200 Juta di Gresik, Peredarannya hingga Jawa Tengah

Berkat Mi Instan Polisi Ungkap Uang Palsu Rp200 Juta di Gresik, Peredarannya hingga Jawa Tengah

Tribunnews.com
Ilustrasi uang palsu (upal) - Polisi membongkar sindikat pencetak dan pengedar uang palsu di Gresik. Dari 2019 hingga sekarang, sudah sekitar Ro200 juta uang palsu yang diedarkan sindikat ini ke berbagai wilayah, bahkan hingga ke Jateng dan Jakarta. 

Penangkapan ini bermula saat anggota sindikat ini berbelanja mi instan dan kebutuhan lain menggunakan uang palsu. Pedagang yang merasa curiga, kemudian melaporkan hal itu ke kepolisian. Selanjutnya, terungkap sindikat ini telah mengedarkan upal Rp200 juta, hingga ke Jawa Tengah.

TRIBUNBANYUMAS.COM - Berkat mi instan, polisi berhasil mengungkap sindikat pencetak dan pengedar uang palsu (upal) di Kabupaten Gresik.

Sindikat ini telah beroperasi sejak 2019 silam, dan sudah memproduksi uang palsu senilai Rp200 juta.

Peredaran uang palsu ini tak hanya di Gresik dan sekitarnya. Bahkan, sindikat ini telah mengedarkan uang palsu hingga ke wilayah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) dan DKI Jakarta.

Berikut kronologi dan fakta-fakta pengungkapan sindikat pencetak dan pengedar uang palsu di Gresik.

Cara Mudah Cek Kepesertaan Bansos Covid-19 Melalui Aplikasi, Simak Petunjuk Berikut Ini

Celeng Aneh Milik Warga Banyumas Viral, Suka Makan Nasi Hangat Roti dan Kopi, Kaki Berjari Panjang

Mengenal Deksametason Obat Pasar yang Diklaim Efektif Sembuhkan Covid-19, Bagaimana Penggunaannya?

Sembuh dari Covid-19 di Arab Saudi, TKI Ini Kembali Terjangkit Covid-19 saat Pulang Kampung

Peredaran uang palsu terungkap setelah Polres Gresik menangkap Cahyo Widodo (49), sang produsen yang memiliki anak buah di beberapa daerah. 

Penangkapan ini bermula saat anggota sindikat ini berbelanja mi instan dan kebutuhan lain menggunakan uang palsu.

Pedagang yang menerima uang palsu pecahan Rp100.000 dari sindikat ini merasa curiga, kemudian melaporkan hal itu ke kepolisian setempat.

dari hasil penggeledahan, polisi menyita uang Rp62.337.000, dengan rincian uang palsu Rp58 juta dan uang asli sebesar Rp4.337.000. 

Berikut fakta-fakta yang terungkap: 

1. Belajar dari medsos 

Ternyata, Cahyo Widodo yang berasal dari Kediri ini telah belajar memproduksi uang palsu sejak 2016. 

Warga Dusun Bulusari Selatan RT 09/RW 03 Dusun Bulusari Selatan, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri belajar membuat uang palsu dari media sosial (medsos).

"Belajar dari media sosial. Sejak 2019 sudah produksi uang palsu Rp200 juta dan sudah diedarkan," ucap, Kapolres Gresik, AKBP Arief Fitrianto, Selasa (16/6/2020).

Halaman
123
Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved