Berita Banjarnegara
Tanpa Tiang Pancang, Begini Cara Bupati Banjarnegara Atasi Jalan Rawan Longsor dan Ambles
Begini cara Pemkab Banjarnegara tangani longsor. Saat jalan beton kembali ambles atau permukaannya turun, pihaknya akan melapisnya lagi dengan beton.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Kabupaten Banjarnegara terkenal sebagai daerah rawan pergerakan tanah.
Faktanya, sebagian besar wilayah itu memang rawan longsor.
Longsor bukan hanya mengancam pemukiman atau lahan pertanian, namun juga infrastruktur jalan.
Pemkab Banjarnegara pun akhirnya dituntut rajin memperbaiki jalan yang kerap rusak karena longsor.
Ini tentunya cukup menguras anggaran.
• Perpusda Banyumas Ciptakan Dropbox Karantina, Sterilkan Buku Bacaan Pengunjung Gunakan Sinar UV
• Rumah Pak Bawor Jadi Wisata Dadakan, Heboh Viral Babi Hutan Aneh di Jatilawang Banyumas
• Pemilik Toko Makanan Simpan Ribuan Miras di Bunker, Bupati Banjarnegara: Pasti Kami Pidanakan
• Penderita Tumor itu Kini Miliki KTP Banjarnegara, Prihatini Sempat Terkatung-katung di Lampung
Ternyata tak mudah mengurus jalan yang tiap tahun dilanda pergerakan.
Selesai dibangun atau diperbaiki, jalan akan kembali ambles bahkan hilang terbawa longsor.
Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono mengatakan, jalan yang dibangun di atas tanah labil mesti mendapat penanganan khusus.
Dia menyampaikan, idealnya, penanganan jalan yang sering rusak karena longsor harus menggunakan tiang pancang.
Sehingga bangunan akan lebih kokoh dan tahan gerusan longsor.
Masalahnya, pekerjaan itu tidak mudah dilakukan.
Pihaknya perlu mendatangkan crane dan alat berat lain yang mahal.
Terlebih lokasi jalan yang longsor kebanyakan berada di daerah terpencil hingga sulit diakses alat berat.
"Mahal. Anggaran APBD bisa habis untuk itu," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (16/6/2020).
Karenanya Budhi memilih opsi lain.