Senin, 27 April 2026

Teror Virus Corona

Klaster Baru Virus Corona di Beijing Bermunculan, WHO Minta Semuanya Waspada, Seberapa Berbahaya?

Klaster Baru Virus Corona di Beijing Bermunculan, WHO Minta Semuanya Waspada, Seberapa Berbahaya?

AFP PHOTO/GREG BAKER
Pejabat berwenang berkumpul di luar pasar grosir Xinfadi di Beijing, China, pada 12 Juni 2020. Pasar Xinfadi dan pasar seafood Jingshen ditutup setelah munculnya kasus baru virus corona (Covid-19). Banyak bermunculan klaster baru penularan corona di Beijing. WHO meminta semua pihak waspada terhadap munculnya kasus tak terduga. 

Beijing tidak melaporkan adanya kasus baru selama 56 hari berturut-turut hingga sebuah klaster baru diidentifikasi, Kamis (11/6/2020). Pihak berwenang di Beijing menggambarkan bahwa kondisi wabah virus corona di sana "sangat parah" dengan munculnya kasus baru. WHO meminta semuanya waspada.

TRIBUNBANYUMAS.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meminta agar semua pihak waspada, terkait banyaknya klaster-klaster baru penularan virus corona yang bermunculan di berbagai negara, belakangan ini.

Termasuk di antaranya, sejumlah klaster baru penularan Covid-19 yang dilaporkan terjadi di Beijing, Ibu Kota China.

Sebelumnya, Beijing tidak melaporkan adanya kasus baru selama 56 hari berturut turut hingga sebuah klaster baru diidentifikasi, Kamis (11/6/2020).

Bahkan, saat ini pihak berwenang di Beijing menggambarkan bahwa kondisi wabah virus corona di sana "sangat parah" dengan munculnya lusinan kasus baru.

Begini Syarat Penerapan New Normal Menurut WHO dan Bappenas, Daerah Mana Sudah Siap?

Cara Mudah Cek Kepesertaan Bansos Covid-19 Melalui Aplikasi, Simak Petunjuk Berikut Ini

Celeng Aneh Milik Warga Banyumas Viral, Suka Makan Nasi Hangat Roti dan Kopi, Kaki Berjari Panjang

Idap Tumor di Perut, Warga Jateng asal Banjarnegara 6 Bulan Terkatung-katung di Masjid Lampung

Pada hari Sabtu (13/6/2020), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun mengeluarkan pernyataan yang menyebut bahwa seluruh kasus baru yang diidentifikasi telah diisolasi dan tengah dirawat.

Selain itu, penelusuran kontak dan pengurutan genetik dari sampel juga tengah dilakukan untuk memahami lebih lanjut sumber klaster dan hubungan antar kasus.

Direktur Eksekutif Program Darurat WHO, Dr Mike Ryan mengatakan, penting mencari faktor-faktor risiko spesifik, situasi, perilaku, dan konteks, dimana penularan telah terjadi di klaster-klaster tersebut, untuk mencegah terjadinya wabah yang lebih luas.

Tetap waspada

Mengutip CNBC, (15/6/2020), Kepala Unit Penyakit dan Zoonosis WHO, Dr Maria Van Kerkhove mendesak kewenangan kesehatan untuk tetap waspada dengan banyaknya negara yang menghadapi kemunculan kasus-kasus baru virus corona.

"Seluruh negara harus tetap siap. Jadi, sangat penting bagi negara-negara untuk memiliki sistem yang dapat mengidentifikasi kasus tak terduga dengan cepat dan melakukan pemeriksaan," kata Verkhove.

Pihaknya meminta negara-negara untuk memastikan tes, isolasi, penelusuran kontak, dan karantina agar kemunculan kasus-kasus baru dapat dikendalikan dengan cepat.

"Semua negara harus bersiap dengan episenter itu dan mencegah kemungkinan menjadi tempat selanjutnya bagi kasus-kasus baru untuk muncul," tambahnya.

Kondisi di Beijing Kemunculan kasus-kasus baru pun membuat kewenangan di Beijing melakukan sejumlah langkah cepat.

Beberapa bagian dari ibu kota China di pagari pada Senin (15/6/2020), dengan pos pemeriksaan keamanan yang didirikan di kompleks perumahan dan orang-orang berisiko tinggi.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved