Jumat, 24 April 2026

Teror Virus Corona

Rektor Unair Sebut Tim Penelitinya Temukan Kombinasi Obat Virus Corona

Rektor Universitas Airlangga Mohammad Nasih buka suara tentang klaim temuan lima kombinasi obat untuk penanganan pasien Covid-19

Editor: Rival Almanaf
Freepik
Ilustrasi obat antivirus corona. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SURABAYA - Rektor Universitas Airlangga Mohammad Nasih buka suara tentang klaim temuan lima kombinasi obat untuk penanganan pasien Covid-19 oleh tim peneliti di kampusnya.

Ia menyebut penemuan lima kombinasi itu merupakan komitmen Unair dalam mencari obat untuk mengobati Covid-19.

"Kelima kombinasi obat tersebut adalah loprinavir-ritonavir-azitromisin, loprinavir-ritonavir-doksisiklin, loprinavir-ritonavir-klaritomisin, hidroksiklorokuin-azitromisin, dan hidroksiklorokuin-doksisiklin," kata Nasih Jumat (12/6/2020).

Obat-obat tersebut bisa langsung digunakan karena telah berada di pasaran.

Penggunaan lima kombinasi itu, kata Nasih, terjamin keamanannya.

Jadwal Acara TV Hari Ini Sabtu 13 Juni 2020 di Trans TV, GTV, RCTI, Trans 7 Ada Film Anaconda 3

Ini Hukuman untuk Warga yang Tak Memakai Masker saat Masa Transisi di Gresik

Tak Ingin Keihlangan Penerus Xavi dan Busquets, Barcelona Berikan Riqui Puig Kontrak Baru

Seperti Indonesia, Negara-negara Ini Juga Batalkan Pelaksanaan Ibadah Haji 2020

Obat-obat tersebut sudah ada di pasaran dan telah lulus uji klinis.

Selain itu, obat-obat tersebut juga telah terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), sehingga aman dikonsumsi.

Nasih menegaskan, penemuan kombinasi obat ini telah diteliti dengan metode ilmiah dan hati-hati.

"Kombinasi obat ini telah dinyatakan memiliki efektivitas untuk mencegah masuknya virus, menghambat replikasi, dan mencegah virus berkembang biak," jelas Nasih.

Menurut Nasih, tim peneliti Unair telah melakukan uji toksisitas dan kombinasi efektivitas terhadap lima regimen kombinasi obat tersebut.

Caranya dengan menumbuhkan berbagai jenis sel yang menjadi target virus, seperti sel paru, sel ginjal, sel trakea, sel liver, sebagai tempat menumbuhkan sel virus SARS-CoV-2.

"Sel SARS-CoV-2 sampelnya yang didapat dari Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) dan sudah mendapat sertifikasi uji layak etik dari tim etik RSUA," katanya.

Kemudian, kata dia, tahap berikutnya merupakan uji kombinasi obat dari sel sehat untuk mencari dosis toksik.

"Kami mencari daya toksiknya, meskipun ini pada obat yang sudah beredar, tapi karena ini virusnya, virus Indonesia jadi tetap perlu diuji kadar toksiknya dalam tubuh," katanya.

Menko Polhukam Mahfud MD: Pancasila Tak akan Memberikan Ruang untuk Komunimse

Pencurian Ikan Marak, Mantan Menteri Susi Pudjiastuti: Saya Mohon pak Presiden . . .

RESMI! Imbas Corona, FIFA Buka Bursa Transfer Musim Panas 2020 Lebih Awal

Erick Thohir: Bukan karena Tarif Listrik Naik, tapi Pemakaian Selama Pandemi Covid-19 Meningkat

Setelah itu, pengujian potensi kombinasi obat untuk menghambat masuknya virus ke sel target dan melihat efektivitasnya dalam mengurangi proses replikasi.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved