Virus Corona Jateng

Update Corona Wonosobo 8 Juni: Bertambah 8, Total 79 Kasus Positif Covid-19, 0 Pasien Meninggal

Update Corona Wonosobo 8 Juni: Bertambah 8, Total 79 Kasus Positif Covid-19, 0 Pasien Meninggal

Penulis: Wilujeng Puspita | Editor: yayan isro roziki
KOMPAS.COM/Shutterstock
Ilustrasi virus corona yang merebak di Indonesia - Berikut update perkembangan corona di Wonosobo, Jawa Tengahk. 

Pertambahan 8 angka tersebut terjadi di kecamatan Kalikajar sebanyak 2, kecamatan Kertek sebanyak 1 dan Wonosobo kota bertambah 5. Total pasien positif corona Wonosobo hari ini yang dirawat di Rumah Sakit ada 16 kasus. Dengan rincian 0 kasus meninggal dan 63 kasus sembuh.

TRIBUNBANYUMAS.COM - Pemerintah kabupaten Wonosobo merilis data jumlah kasus dan juga peta penyebaran virus Corona di laman corona.wonosobokab.go.id.

Berikut update kasus virus corona atau Covid-19  di Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah hari ini, Senin 8 Juni 2020.

Kasus positif Covid-19 di Wonosobo bertamah 8. Sehingga, total ada 79 kasus positif, dari hari sebelumnya, yakni 71 kasus Covid-19.

Pertambahan 8 angka tersebut terjadi di kecamatan Kalikajar sebanyak 2, kecamatan Kertek sebanyak 1 dan Wonosobo kota bertambah 5.

Cara Mudah Cek Kepesertaan Bansos Covid-19 Melalui Aplikasi, Simak Petunjuk Berikut Ini

Kasus Penularan Covid-19 Masih Tinggi, Risma Minta PSBB Surabaya Diakhiri, Ini Alasannya

Begini Persyaratan bagi PNS yang Tugas Dinas ke Luar Kota di Masa Pandemi Corona

Terus Menghindar saat Malam Pertama, Ternyata Kondisi Pengantin Perempuan Bikin Tercengang

Sedangkan peringkat tertinggi diduduki oleh desa Garung Kecamatan Garung dengan jumlah pasien positif Corona sebanyak 13 dan desa Lebak Kecamatan Kaliwiro sebanyak 8. 

Total pasien positif corona Wonosobo hari ini yang dirawat di Rumah Sakit ada 16 kasus.

Dengan rincian 0 kasus meninggal dan 63 kasus sembuh.

Dengan rincian per kecamatan :
1. Garung 19

2. Kalibawang 0

3. Kalikajar 3

4. Kaliwiro 13

5. Kejajar 106

6. Kepil 2

7. Kertek 2

8. Leksono 1

9. Mojotengah 5

10. Sapuran 7

11. Selomerto 1

12. Sukoharjo 1

13. Wadaslintang 2

14. Watumalang 0

15. Wonosobo 13

Sedangkan PDP atau Pasien Dalam Pengawasan ada 307 kasus dan ODP sebanyak 2.438 kasus.

Pemerintah Kabupaten Wonosobo mencatat, dari 307 kasus Pasien Dalam Pengawasan,  tercatat 6 meninggal dunia, 263 sembuh dan 38 masih dirawat.

Sedangkan di Jawa Tengah, 1.691 warganya dinyatakan positif corona.

Dari 1.691 positif corona, 651 masih dirawat,  917 pasien positif dinyatakan sembuh dan 123 meninggal dunia.

Data tersebut bisa berubah sewaktu-waktu.

Masyarakat juga bisa mengakses langsung lewat smartphone.

Selain bisa megakses jumlah kasus yang terkonfirmasi, masyarakat juga bisa melihat kasus positif, PDP dan ODP di sekitar tempat tinggal lewat laman corona.jatengprov.go.id

Di lama tersebut juga tersedia daftar rumah sakit rujukan penanganan Corona yang ada di seluruh Jawa Tengah.

Serta data jumlah pasien yang dirawat di rumah skait tersebut.

Sebagai ikhtiar memutus mata rantai penyebaran virus corona, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengagas gerakan pola hidup baru, yakni hidup bersama Covid-19.

Gerakan ini pun telah disampaikan ke bupati dan wali kota di Jateng agar bisa bersama-sama bertindak.

"Mengingat angka-angka Covid-19 masih dinamis, maka kita harus dorong pola hidup baru.

Mulai sekarang kami buat 'Hidup Bersama Covid-19'.

Move on yuk.

Kita harus merubah pola hidup baru," kata Ganjar, Selasa (28/4/2020).

Sejumlah aspek kehidupan sosial diharuskan berubah sejalan pola hidup sehat agar terhindar dari corona.

Antara lain, masyarakat harus jaga jarak, kalau tidak bisa didenda oleh negara, selalu pakai masker, selalu cuci tangan pakai sabun.

Misalkan tidak ada air mengalir, bisa pakai disinfektan yang siap sedia di kantong masing-masing.

"Sehingga, dalam sistem sosial ekonomi kita berubah menjadi gaya atau pola hidup baru," jelasnya.

Kemudian, aspek sosial lain yang harus diperhatikan di antaranya kerumunan dibatasi maksimal empat orang dan harus berjarak.

Lalu, sistem antri dibuatkan garis dan titik dengan jarak. Begitu juga dengan sistem transportasi yakni harus longgar.

Begitu juga di pasar, pabrik, kantor harus ada protokol ketat untuk jaga jarak.

Aktivitas tersebut bisa dilakukan dengan terus menerus yang akhirnya menjadi kebiasaan atau gaya hidup.

"Hal itu bisa dilakukan agar kehidupan menjadi lebih mendekati normal. Ini tidak mudah tapi kita harus cari inovasi terus," ujarnya.

Soal keamanan di Jateng di tengah pandemi ini, Ganjar menyebut ada ekses dengan meningkatnya angka kriminalitas.

Karena itu, dia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga tempat tinggal dengan menghidupkan ronda atau berpatroli malam.

"Kekuatan nilai-nilai kultural harus dibangkitkan lagi. Tepo sliro, gotong royong, tidak berebut," ucap orang nomor satu di Jateng ini.

Terkait ketahanan pangan di desa, ia minta seluruh bantuan masyarakat yang beragam sebaiknya dikumpulkan dalam satu tempat di lumbung pangan tingkat RT/RW atau kelurahan/desa.

Itu dilakukan supaya untuk mengurangi ekses sosial. Tidak hanya bantuan dari pemerintah tapi juga dari nonpemerintah, Baznas, CSR, donasi dan lain-lain. (*)

 Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Update Corona Wonosobo Senin 8 Juni 2020 79 Positif Covid-19, Jateng 1.691

Tolak Italia, Edinson Cavani Ingin Gabung Klub Liga Spanyol

Risma Pastikan Piala Dunia U-20 Tetap Digelar 2021, Kebut Renovasi Stadion GBT Surabaya

Pilpres 2020, George W Bush Ogah Pilih Donald Trump

Kesal Keluar Rp 1 Juta untuk Rapid Test di Jember, Warganet Memaki Dokter Gunakan Sebutan Binatang

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved