Jumat, 1 Mei 2026

Teror Virus Corona

Salatiga Zona Merah Covid-19, DKK Bakal Rapid Test 2.800 Warga Secara Acak

Rencana rapid test secara massal dengan skala yang ditingkatkan itu dilakukan untuk menekan penularan dan penyebaran Covid-19 di Kota Salatiga.

Tayang:
Penulis: M Nafiul Haris | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/M NAFIUL HARIS
ILUSTRASI - Petugas DKK Salatiga melakukan rapid test massal kepada pedagang Pasar Pagi Salatiga Jalan Jenderal Sudirman, Jumat (29/5/2020). 

"Itu sesuai ketetapan Pemerintah Pusat saat melihat tren kasus virus corona yang ada saat ini," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Minggu (7/6/2020).

Kejari Banyumas Musnahkan 70 Kilogram Bahan Membuat Jamu

Begini Penjelasan Kemenag Soal Dana Bipih Jamaah Haji Asal Banyumas

Tiga Kecamatan Kasus Tertinggi DBD di Banyumas, Dinkes: Total 209 Kasus Hingga Awal Juni

Aksi Dedi Mulyadi Jadi Viral, Mentan Lagi Berpidato, Suguhan Tamu Diambil, Diberikan Kepada Petani

Menurut Zuraidah, sampai saat ini temuan kasus warga positif virus corona di Salatiga akumulatif ada 49 orang.

29 di antaranya sedang dalam perawatan secara intensif.

Ia menambahkan, kasus terakhir pasien positif merupakan warga negara asing (WNA) asal Italia berjenis kelamin laki-laki berusia 70 tahun.

“WNA ini, sebelumnya berniat pulang ke Italia."

"Namun tidak bisa pulang karena lockdown."

"Setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan dan swab hasilnya positif virus corona,” katanya.

Dikatakannya, untuk sementara waktu, WNA Italia tersebut diminta menjalani isolasi mandiri di rumah.

DKK lanjutnya, sudah melakukan tracking perjalanan pasien baru tersebut dan orang yang pernah kontak langsung.

“Sedangkan pasien dalam pengawasan (PDP) kumulatif berjumlah 49 orang."

"8 di antaranya positif dan 1 orang dalam pengawasan," ujarnya.

Pihaknya menyatakan, guna menekan penyebaran virus corona DKK Salatiga akan rutin melakukan rapid test secara masif.

Baik di lokasi perbelanjaan seperti pasar, pabrik, maupun tempat umum lainnya.

"Maka dari itu, kami mengajak warga Salatiga lebih meningkatkan diri dalam mematuhi protokol kesehatan."

"Lindungi orang rentan seperti bayi, balita, dan lansia."

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved