Berita Banjarnegara
Bupati Banjarnegara Singgung Daerah Lain: Kok Bisa Seperti Itu? Pandemi Kami Tetap Membangun
Bupati Banjarnegara Singgung Daerah Lain: Kok Bisa Seperti Itu? Kami Tetap Masih Membangun
Penulis: khoirul muzaki | Editor: yayan isro roziki
"Kok bisa seperti itu? Kami melakukan recofusing dan realokasi anggaran untuk penanganan pandemi, tapi kami tetap bisa membangun. Banjarnegara tetap siaga corona, tapi pandemi Covid-19 tak terlalu berpengaruh pada kegiatan infrasruktur."
TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Kebijakan realokasi dan refocussing Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk penanganan Covid-19 tak membuat pembangunan infrastruktur di Banjarnegara tetap berjalan, tak terganggu.
Meski telah melakukan recofusing dan realokasi anggaran untuk penanganan pandemi Covid-19, Pemkab Banjarnegara tetap mampu menyediakan alokasi Rp200 miliar untuk pembangunan infrastruktur.
Karena itu, Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono, merasa heran ada daerah yang tak melakukan pembangunan fisik atau infrastruktur pascarecfusing anggaran.
• Cara Mudah Cek Kepesertaan Bansos Covid-19 Melalui Aplikasi, Simak Petunjuk Berikut Ini
• Menunggu Putusan Khofifah, Tiga Daerah di Surabaya Raya Sepakat Usul Tak Perpanjang PSBB
• Bikin Dokter Terkejut, Ada Kabel Timah 61 Cm dalam Kandung Kemih Islam, Bermula dari Sakit Perut
• Kisah Sukses Supriyanti Bikin Pot Emoticon di Banjarnegara: Saya Tak Mau Frustasi Akibat Covid-19
"Kok bisa seperti itu? Kami melakukan recofusing dan realokasi anggaran untuk penanganan pandemi, tapi kami tetap bisa membangun," katanya, Senin (8/6/2020).
Budhi Sarwono, menyampaikan itu saat meninjau proyek peningkatan jalan dari jalur kompleks SKB Parakancanggah – Sokayasa – Tlagawera – Argasoka hingga Gemuruh.
Budhi menyatakan, kegiatan fisik di 20 kecamatan bahkan telah dilelang dan sudah berjalan.
“Banjarnegara tetap siaga corona, tapi pandemi Covid-19 tak terlalu berpengaruh pada kegiatan infrasruktur. Pembangunan dan peningkatan jalan telah mulai bahkan mencapai sepertiga dari total volume kegiatan,” kata Bupati
Budhi mengakui, wabah Covid-19 membuat pihaknya harus memangkas anggaran untuk infrastruktur cukup besar.
Dari semula alokasi dana Rp240 miliar untuk pembangunan infrastruktur, dikurangi puluhan miliar untuk penanganan virus korona. Tetapi tetap saja sisanya masih besar dan cukup untuk mengoptimalkan kegiatan pembangunan fisik.
“Anggaran yang tersisa sekitar Rp200 milar, kita maksimalkan untuk pembangunan. Jadi pembangunan di Banjarnegara kembali menggeliat, tidak boleh terdampak corona berlama-lama,” imbuhnya.
Budhi pun membeberkan strateginya bisa menyisihkan anggaran sebesar itu di tengah pandemi corona.
Pemkab menurutnya cermat memprioritaskan anggaran yang benar-benar memberi manfaat untuk rakyat.
Sementara anggaran yang hanya bersifat pemborosan seperti perjalanan dinas, otomatis dipangkas.
Banjarnegara, kata Budhi, juga tak melulu menggantungkan pada dana dari luar APBD semisal DAK, PHJD, Banprov, dan lainnya.
Menurut Budhi, jika cermat mengelola APBD disertai prinsip kehati-hatian, Pemkab bisa mandiri mengatasi masalah menyangkut anggaran, tanpa harus tergantung DAK dari pusat atau bantuan provinsi.
"Kuncinya kandirian. Karena kalau APBD dikelola dengan baik pasti cukup. Dan Ini sebuah kebanggaan bagi kami,” ungkapnya.
Ia pun menyinggung sebuah daerah di Jawa Tengah yang membatalkan 78 dari 82 proyek perbaikan jalan, karena semua anggaran dari APBD, DAK, dan PHJD, ludes untuk penanganan Covid-19.
Yang tersisa tinggal dana dari Banprov untuk beberapa ruas jalan. Itupun jumlahnya juga sudah terpangkas.
“Kok bisa seperti itu? Kalau Banjarnegara sudah kita rencanakan sejak awal dengan cermat. Jadi walau pandemi masih berlangsung, kita masih terus membangun," katanya.
Budhi menandaskan, mampu menyisihkan dana besar untuk infrastruktur bukan berarti pihaknya tinggal diam untuk penanganan wabah Corona.
Pemkab Banjarnegara dinilainya berhasil menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) dari dana APBD sebesar Rp600.000 per KK untuk tahap pertama.
Kini pihaknya tengah bersiap untuk pendistribusian tahap kedua.
Nominal tersebut sesuai dengan petunjuk Pemerintah Pusat dalam hal ini Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan, Menteri Sosial dan Kemendesa.
Jumlah penerima bantuan tercatat mencapai 18.863 kepala keluarga, yang masing-masing menerima Rp600.000.
Kepala DPU PR Kabupaten Banjarnegara melalui kabid Bina Marga M Arqom al Fahmi mengatakan, kegiatan peningkatan jalan sudah mulai berjalan di 20 kecamatan.
“Semua sudah berjalan karena sudah dilelang dengan lancar. Progresnya bagus, meski baru mulai beberapa minggu sudah mencapai sekitar 30 persen, pekerjaan di lapangan tak terlalu terpengaruh pandemi corona,” katanya.
Ia merinci, beberapa pembangunan jalan yang progresnya sudah mencapai lebih dari 30 persen antara lain, peningkatan jalan dan pemeliharaan jalan di wilayah kecamatan Banjarnegara dengan nilai proyek Rp13,4 miliar.
Peningkatan jalan dan pemeliharaan jalan di wilayah kecamatan Pagedongan dengan nilai proyek Rp29,1 miliar, peningkatan jalan dan pemeliharaan jalan di wilayah Kecamatan Bawang dengan nilai proyek R12,8 miliar.
Serta peningkatan jalan dan pemeliharaan jalan di wilayah Kecamatan Mandiraja dengan nilai proyek Rp24,1 miliar. (*)
• Purnomo Tetap Jadi Rival Gibran Anak Jokowi, DPC PDIP Tolak Pengunduran Dirinya: Saya Terenyuh
• Unik! Corona, Nama Pria 43 Tahun asal Magelang Ini, Asli Pemberian Orangtua Bukan Editan
• Begini Persyaratan bagi PNS yang Tugas Dinas ke Luar Kota di Masa Pandemi Corona
• Update Corona Wonosobo 8 Juni: Bertambah 8, Total 79 Kasus Positif Covid-19, 0 Pasien Meninggal