Berita Internasional
Bikin Dokter Terkejut, Ada Kabel Timah 61 Cm dalam Kandung Kemih Islam, Bermula dari Sakit Perut
Bikin Dokter terkejut Heran, Ada Kabel Timah 61 Cm dalam Kandung Kemih Islam, Awalnya Mengeluh Sakit Perut
Dokter yang memeriksa Islam terkejut melihat apa yang ditemukannya. Di dalam kandung kemih Islam, terdapat kabel timah. Seorang dokter yang turut menangani mengaku, dirinya tidak pernah melihat hal seperti itu dalam 25 tahun karirnya.
TRIBUNBANYUMAS.COM - Tim dokter di India dibikin terheran-heran setelah menangani keluhan seorang pria, yang mengaku sering sakit perut.
Betapa tidak, dokter terkejut begitu menemukan kabel timah sepanjang 61 centimeter (cm) di dalam kandung kemih pria bernama Islam tersebut.
Perkara ini bermula saat Islam itu mengalami sakit perut hebat, tak tertahankan.
Ia kemudian pergi ke dokter untuk memeriksakan kondisinya di rumah sakit Guwahati, India Utara.
• Devdutt Ram Bersepeda 12 Kilometer demi Obatkan Istrinya yang Terluka, saat India Lockdown Nasional
• Cara Mudah Cek Kepesertaan Bansos Covid-19 Melalui Aplikasi, Simak Petunjuk Berikut Ini
• Unik! Corona, Nama Pria 43 Tahun asal Magelang Ini, Asli Pemberian Orangtua Bukan Editan
• Ini 9 Rekomendasi Perdospi untuk Keamanan Penerbangan dari Penularan Covid-19 saat New Normal
Dokter pun memberikannya obat pencahar selama dua hari untuk mengurangi sakit perut.
Namun, penderitaan pria 30 tahun itu belum berakhir.
Sakit perut yang dialami Islam tak kunjung sembuh.
"Kami memberinya pencahar selama dua hari karena kami tidak ingin segera melakukan operasi," ujar seorang dokter yang menangani Islam, dilansir Metro.
Dokter menjelaskan, tim memeriksa feses pasien apabila terdapat gangguan dalam saluran pencernaannya.
Namun, tak ada sesuatu yang keluar bersama feses.
Dokter pun melakukan pemindaian sinar-X pada tubuh Islam.
Tak disangka, terdapat sesuatu di dalam kandung kemihnya.
Dalam hasil pemindaian sinar-X, untaian panjang melingkar di dalam kandung kemih.
"Kami memutuskan untuk melakukan sayatan kecil dan memeriksa saluran pencernaan," kata sang dokter yang tidak disebutkan namanya itu.