Berita Ekonomi Bisnis

Direktur PLN: Tagihan Listrik Bulanan Saya Juga Melonjak, Bahkan 100 Persen

Keluhan masyarakat terhadap tagihan listrik yang melonjak beberapa bulan terakhir ini pun diamini seorang Direktur PLN, Syofvie Felianti Roekman.

Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/SAIFUL MA'SUM
Petugas PLN Rayon Kendal memperlihatkan sampel meteran siaga di kantornya, Selasa (5/5/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Keluhan masyarakat terhadap tagihan listrik yang melonjak dalam beberapa bulan terakhir ini pun diamini  Syofvie Felianti Roekman.

Direktur Human Capital Manajemen PLN itu tidak menampik bila ada lonjakan  tagihan listrik yang dialami sejumlah pelanggan.

Syofvie berkata, tak hanya para pelanggan tersebut, tagihan listriknya bahkan melonjak 100 persen.

Pemuda Warga Kawunganten Hilang Tenggelam di Perairan Nusakambangan Cilacap

Polisi Tangkap Dua Pelaku Penyebar Isu Pocong di Purbalingga, Katanya Mereka Cuma Iseng

Begini Cara Urus Surat Keterangan Bebas Covid-19, Berikut Biaya Mandiri di Rumah Sakit

Bupati Banjarnegara Kini Dituduh Rekayasa Hasil Rapid Test: Silakan Anggota Bawaslu Lakukan Ulang

Dia menyebutkan, lonjakan tersebut akibat peningkatan konsumsi yang memang terjadi seiring kebijakan beraktivitas dari rumah dan Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB).

"Tagihan saya juga naik, tidak cuma 60 persen tapi 100 persen."

"Tapi karena AC menyala, semua beraktivitas di rumah," tutur Syofvie seperti dilansir dari Kompas.com, Minggu (7/6/2020).

Menurut dia, dirinya yang biasa mengisi voucher sekali untuk dua bulan, kini harus tiap bulan.

"Saya juga harus cerdas menggunakan energi ini."

"Teman-teman PLN juga merasakan hal yang sama."

"Tapi saya hitung tuh. Memang semua ada kenaikan konsumsi," kata Syofvie.

Sebelumnya masyarakat pun mengeluhkan kenaikan tagihan listrik yang harus dibayar mereka.

Menjawab keluhan pelanggan tersebut, PLN memastikan tak ada kenaikan tarif listrik.

Terpisah, Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN, Bob Sahril menyatakan, lonjakan tagihan listrik terjadi lantaran mengharuskan banyak pihak melakukan aktivitas dari rumah.

Mulai dari bekerja hingga bersekolah dari rumah.

Dengan demikian, penggunaan listrik otomatis bertambah dan mendorong lonjakan tagihan.

"Setelah ada PSBB tentu saja kegiatan di rumah lebih banyak, belajar dari rumah menggunakan faslitas internet yang membutuhkan listrik."

"Bapak-bapak kerja juga dari rumah membutuhkan listrik."

"Lalu AC. Sehingga mengakibatkan kenaikan pada bulan selanjutnya," jelas Bob, Sabtu (6/6/2020). (Filemon Agung)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Direktur PLN Mengaku Tagihan Listrik di Rumahnya Melonjak 100 Persen"

Mengklaim Sebagai Penceramah, Mantan Dosen Ini Jadi Pencuri Spesialis Minimarket di Semarang

Bantuan Sosial Kemensos Rp 600 Ribu Sudah Cair, Simak Cara dan Syarat Warga Semarang Mengambilnya

Masih Saja Ada Warga Tak Gunakan Masker di Banyumas, Jalani Sidang Tipiring, Didenda Rp 15 Ribu

ASN Pemkab Purbalingga Reaktif Corona, Begini Ceritanya Saat Jalani Rapid Test

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved