Berita Regional

Nekat Menjambret Ponsel Untuk Anak Agar Bisa Belajar di Rumah, Seorang Ayah Dipukuli Warga

Seorang ayah nekat menjambret demi bisa membelikan anaknya sebuah ponsel pintar untuk belajar di rumah.

Editor: Rival Almanaf
Tribunnews.com
Ilustrasi aksi penjambretan 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Seorang ayah nekat menjambret demi bisa membelikan anaknya sebuah ponsel pintar untuk belajar di rumah.

Akibatnya pelaku yang berinisial NA (34) babak belur diamuk massa setelah menjambret ponsel.

Warga Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang, Sumatera Selatan, itu menjambret ponsel milik M Syaifudin.

NA kini harus mendekam di sel tahanan Polsek Seberang Ulu 1 Palembang, usai diserahkan oleh warga kepada polisi.

Jadwal Acara TV Hari Ini Rabu 3 Juni 2020 - ANTV, Indosiar, RCTI, GTV, Trans TV, dan Trans 7

Liverpool Juara Liga Inggris Musim Ini Jika Menang Lawan Everton

Jadwal Rilis iPhone 12 Bakal Molor Dua Bulan, Diproduksi Dua Tahap Mulai Juli

Begini Cara Nikita Willy Atasi Jenuh: Pokoknya Enggak ke Tempat Ramai Gitu

Menurut pengakuan NA, awalnya dia menjambret ponsel milik Syaifudin yang saat itu sedang melintas di Jalan SH Wardoyo, tepatnya di depan rumah makan Ampera pada Senin (1/6/2020) sekitar pukul 08.30 WIB.

Namun, aksinya tersebut gagal setelah kepergok oleh warga sekitar.

Tak hanya itu, NA juga dihujani bogem mentah dari massa yang marah atas perbuatannya tersebut.

Kepada polisi, NA mengatakan bahwa dia terpaksa menjambret karena anaknya ingin memiliki ponsel.

"Ponsel tersebut rencananya untuk anak saya," kata NA saat berada di Polsek Seberang Ulu 1 Palembang, Selasa (2/4/2020).

NA yang merupakan Ayah empat anak ini menjelaskan bahwa putra keduanya saat ini sedang duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP).

Anaknya tersebut selalu mendesak NA agar membelikan ponsel untuk kebutuhan belajar.

NA yang bingung karena tidak memiliki pekerjaan akhirnya nekat memutuskan untuk menjambret.

"Akhirnya saya putuskan keliling dan ke lokasi kejadian."

"Waktu itu korban sedang lewat, langsung saya mengambil handphone-nya. Saya menyesal," ujar NA.

Masuk Jakarta Tanpa SIKM, 20 Pekerja Bangunan Asal Tegal dan Banyumas Terancam Bayar Rp 1,2 Juta

Akademisi UI Jakarta: Kepanikan Terhadap Covid-19 Tak Sejalan Perilaku Mereka Seusai Lebaran

Kiper PSIS Semarang Ini Sering Kerjai Wasit, Penampilannya Juga Mirip Virgil Van Dijk

Lagi, Maskapai Lion Air Hentikan Jadwal Penerbangan Mulai 5 Juni, Begini Alasannya

Kapolsek Seberang Ulu I Kompol Mario Ivanry menjelaskan, korban dan warga sekitar yang melihat kejadian itu sempat mengejar pelaku yang saat itu mengendarai sepeda motor.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved