Breaking News:

Teror Virus Corona

Masih Ada 33 Pasien Covid-19 yang Dirawat, Pemkot Salatiga Perpanjang Status Tanggap Darurat Corona

Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga memperpanjang status tanggap darurat pandemi virus Corona (Covid-19) sampai 30 Juni 2020.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: Rival Almanaf
TRIBUN BANYUMAS/M NAFIUL HARIS
Petugas DKK Salatiga melakukan rapid test massal kepada pedagang Pasar Pagi Salatiga Jalan Jenderal Sudirman, Jumat (29/5/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SALATIGA - Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga memperpanjang status tanggap darurat pandemi virus Corona (Covid-19) sampai 30 Juni 2020.

Wali Kota Salatiga Yuliyanto mengatakan kebijakan tersebut diberlakukan karena jumlah kasus warga positif covid-19 di Kota Hati Beriman belum turun justru dalam beberapa hari belakangan terjadi penambahan.

"Melihat tren kasus positif Corona di Salatiga pemerintah memperpanjang status tanggap darurat hingga 30 Juni 2020. Karena masih ada 33 pasien positif saat ini dirawat di rumah sakit," terangnya saat dihubungi Tribunjateng.com, Rabu (3/6/2020)

Menurut Yuliyanto, perpanjangan masa tanggap darurat Covid-19 ditetapkan dalam rapat koordinasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 pada 2 Juni 2020.

Pria Ditemukan Meninggal di Sebuah Rumah di Solo, Petugas Evakuasi Kenakan APD Lengkap

Kisah Calon Jemaah Haji 90 Tahun Asal Kudus, Pasrah Setelah Gagal Umroh, Kini Gagal Berhaji

Detik-Detik Crane Terjungkal Tak Kuat Tarik Beban Pohon Besar, Bagaimana Nasib Pengemudi?

Cara Para Pedagang Dari Brebes, Tegal, dan Pemalang Lolos Kembali ke Jakarta Tanpa SIKM

Ia menambahkan, penyebaran Covid-19 di Salatiga terbanyak dari orang tanpa gejala (OTG).

Dia meminta masyarakat mentaati protokol kesehatan seperti memakai masker, jaga jarak, menggunakan hand sanitizer, cuci tangan dengan air yang mengalir dan menjaga kebersihan.

“Kami belum membahas persiapan new normal. Nanti kalo trend positifnya sudah menurun dan banyak yg sembuh baru nanti diterapkan new normal," katanya

Dikatakannya, Pemkot Salatiga sementara fokus melakukan pengetatan penerapan protokol kesehatan wilayah klaster Cempaka dan Blondo Celong serta sekitarnya.

Pemohon SKCK di Kota Tegal Berdesakan di Tengah Konsep New Normal

Tahapan Pilkada Serentak 2020 Akan Dilanjutkan Pada 15 Juni

Masih Banyak Warga Kabupaten Tegal Tidak Menggunakan Masker dan Langgar Ketentuan Jam Operasional

Anak Rekam Ayah Aniaya Ibunya Karena Minta Uang Belanja, Video Jadi Modal Polisi Buru Sang Ayah

Pihaknya menyatakan, opsi melakukan rapid tes massal juga tidak dijadikan pilihan karena apabila dilakukan rapid tes massif konsekuensinya bakal menambah pasien yang positif.

"Kami khawatir layanan kesehatan yang ada tidak mampu menampung jumlah pasien.

Fokus sekarang merapid tes sesuai temuan pada setiap klaster kasus seperti rapid tes di pedagang pasar pagi di sampling 156 sampel hasilnya 9 reaktif," ujarnya (ris)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved