New Normal Jateng
Lokawisata Baturraden dan Hutan Pinus Limpakuwus Siap Sambut New Normal
Sejumlah objek wisata di Kabupaten Banyumas mulai bersiap diri untuk menyambut penerapan new normal, seperti yang terlihat di Lokawisata Baturraden.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: deni setiawan
Pengunjung pernah dalam sehari dapat mencapai 33 ribu orang.
Namun dalam new normal, pihaknya akan menerapkan pembatasan jumlah pengunjung.
Meski demikian, Asis tidak bisa memperkirakan berapa jumlah yang dibatasi.
"Tidak ada standar jumlah terkait pembatasan pengunjung."
"Tetapi standarnya adalah ketika sudah banyak kerumunan apalagi sudah berdesak-desakan ini yang harus kami stop dan tidak boleh ada yang masuk lagi," tegasnya.
Lokawisata Baturraden juga wajibkan transaksi tiket non-tunai untuk mengurangi bersentuhan dengan uang sekaligus mengatur sistem administrasi yang lebih tertib.

• Begini Kondisi Masyarakat Desa Tipar Kidul Banyumas, Pasca Pemudik Dinyatakan Positif Covid-19
• Teror Pocong di Purbalingga Belum Berakhir, Kali Ini Warga Desa Munjul Temukan Kain Kafan di Jalan
• Gegerkan Warga Dua Kecamatan, Polres Purbalingga Buru Penyebar Isu Pocong
New Normal di Hutan Pinus Limpakuwus
Persiapan menuju new normal juga terlihat di objek wisata Hutan Pinus Limpakuwus, Kabupaten Banyumas.
Adapun protokol kesehatan yang dilakukan seperti sosialisasi, penyediaan sarana prasarana seperti tempat cuci tangan di setiap wahana hingga rambu-rambu imbauan jaga jarak.
Pihak pengelola secara berkala melakukan penyemprotan disinfektan setiap empat jam terhadap fasilitas umum yang sering disentuh.
Baik pengunjung dan pengelola wajib mengenakan masker, melakukan pengecekan suhu tubuh di pintu masuk kedatangan.
Pembatasan pengunjung juga jelas menjadi bagian jika nantinya pembukaan wisata telah resmi diberikan oleh Pemkab Banyumas.
"Jika pada hari-hari normal kapasitas pengunjung Hutan Pinus Limpakuwus bisa mencapai 2.500 orang."
"Namun dalam penerapan new normal, jelas ada batasan pengunjung menjadi paling banyak 1.000 orang perhari," ujar Administrator KPH Banyumas Timur, Cecep Hermawan.

Kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (3/6/2020), pihaknya juga akan selalu mengawasi dan mengingatkan melalui pengeras suara.