Teror Virus Corona

Pasar Kobong Semarang Sudah Dibuka Lagi, Disdag: Jangan Sampai Sepelekan Protokol Kesehatan

Pasar Kobong sempat ditutup lantaran sejumlah pedagang dinyatakan positif Covid-19 setelah dilakukan swab test oleh petugas Dinkes Kota Semarang.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: deni setiawan
TribunBanyumas/Iwan Arifianto
DOKUMENTASI - Petugas gabungan mendatangi pedagang agar mereka mengikuti rapid test yang dilakukan Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 di Pasar Kobong, Jumat (22/5/2020) malam. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Pasar Kobong atau Pasar Rejomulyo Semarang yang sempat menjadi klaster penularan Covid-19 di Kota Semarang kini telah dibuka kembali.

Police line atau garis polisi yang sempat dipasang juga telah dilepas.

Sebelumnya, pasar ini ditutup lantaran sejumlah pedagang dinyatakan positif Covid-19 setelah dilakukan swab test oleh petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang.

Silakan Akses Link Ini, Jika Belum Dapat Bantuan Sembako, Warga Jateng Tinggal di Jabodetabek

Begini Cara Urus Surat Keterangan Bebas Covid-19, Berikut Biaya Mandiri di Rumah Sakit

Dikarantina 24 Jam di Gedung Korpri, Bagi Warga Purbalingga Tidak Gunakan Masker

FAKTA Viral Foto Longsor Tol Ungaran di Medsos, Jasa Marga: Dipastikan Hoaks!

Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Semarang akhirnya menutup operasional dan melakukan sterilisasi.

Kepala Disdag Kota Semarang, Fravarta Sadman mengatakan, operasional Pasar Kobong ditutup selama enam hari.

Pasar tersebut sudah kembali dibuka sejak Jumat (29/5/2020).

Selama enam hari, pihaknya bersama Dinkes Kota Semarang dan BPBD Kota Semarang melakukan penyemprotan disinfektan secara rutin.

"Kami rutin selalu penyemprotan disinfektan selama enam hari."

"Baik dari Disdag, Dinkes, maupun BPBD Kota Semarang," ucap Fravarta kepada Tribunbanyumas.com, Senin (1/6/2020).

Fravarta berharap, pedagang maupun pembeli tidak menyepelekan protokol kesehatan sehingga tidak lagi terjadi penularan di pasar tersebut.

Dia menegaskan, pedagang maupun pembeli wajib memakai masker.

Sebelum memasuki pasar, dia juga meminta pembeli untuk mencuci tangan.

"Protokol kesehatan diikuti betul, wajib pakai masker, jaga kebersihan diri, cuci tangan menggunakan air mengalir," sebutnya.

Sebelumnya, Kepala Dinkes Kota Semarang, Moh Abdul Hakam mengatakan, klaster Pasar Kobong memang menjadi klaster penambahan terbanyak kasus Covid-19 di Kota Semarang.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved