Teror Virus Corona

Sembilan Pedagang Pasar Pagi Salatiga Berstatus Reaktif Virus Corona

Dari sampel jumlah pedagang dan pembeli di Pasar Pagi Salatiga berdasarkan orang yang dinyatakan reaktif atau non reaktif Covid-19.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/M NAFIUL HARIS
Petugas DKK Salatiga melakukan rapid test massal kepada pedagang Pasar Pagi Salatiga Jalan Jenderal Sudirman, Jumat (29/5/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SALATIGA - Dinas Kesehatan Kota (DKK) Salatiga melakukan rapid test massal bagi pedagang di Pasar Pagi Jalan Jenderal Sudirman Salatiga, Jumat (29/5/2020).

Kepala DKK Salatiga, Siti Zuraidah mengatakan, rapid test dilakukan untuk mencegah semakin meluasnya penyebaran virus corona (Covid-19) di Salatiga.

"Dari sekira 163 orang yang dilakukan rapid test, sembilan di antaranya dinyatakan reaktif virus corona."

Update Remaja Melahirkan di Kebun Belakang Hotel Bandungan, Polisi: Identitas Pria Masih Dicari

Rapid Test Seusai Lebaran, 11 Kepala OPD Kendal Dinyatakan Reaktif, Hasilnya Tunggu 4 Hari Lagi

Sudah Dipastikan Tahun Ajaran Baru Mulai 13 Juli, Sekolah Bisa Terapkan Metode Daring atau Luring

Balita Empat Tahun Masuk Klaster Cempaka, Tambah Enam Pasien Positif Corona di Sidorejo Salatiga

"Langkah ini akan terus dilakukan selama kondisi belum dinyatakan kondusif."

"Berlaku baik itu bagi pedagang maupun pembeli," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (29/5/2020).

Menurut Zuraidah, rapid test massal tersebut dilakukan untuk mendapatkan besaran masalah.

Dari sampel jumlah pedagang dan pembeli di Pasar Pagi Salatiga berdasarkan orang yang dinyatakan reaktif atau non reaktif Covid-19.

Ia menambahkan, pedagang atau pembeli yang reaktif akan dilakukan tracking asal penularan.

Selanjutnya kepada mereka diharapkan melakukan isolasi mandiri sebelum uji swab.

"Yang jelas, setelah diketahui asal kelompoknya."

"Jika orang tersebut berasal dari Kota Salatiga, kami akan segera lakukan swab sesuai jadwal Puskesmas di wilayah masing-masing,” katanya.

Dikatakannya, masyarakat agar selalu menjaga jarak, memakai masker, dan rajin cuci tangan memakai sabun dengan air mengalir.

Protokol kesehatan itu lanjutnya, sangat penting guna mencegah penyebaran atau penularan Covid-19.

Pihaknya menyatakan, warga yang beraktivitas di Pasar Pagi Salatiga cenderung berpotensi tertular karena berdasarkan kasus ditemukan pedagang positif virus corona.

"Karena itu penerapan jaga jarak antara pedagang satu dengan yang lainnya akan bisa lebih cepat dan lebih mudah melakukan tracking," ujarnya. (M Nafiul Haris)

Bantuan Sosial Kemensos Rp 600 Ribu Sudah Cair, Simak Cara dan Syarat Warga Semarang Mengambilnya

Tujuh Pemuda Keroyok Petugas Posko Covid-19, Tolak Diperiksa Saat Lintasi Desa Kaliboja Pekalongan

Laksanakan Rapid Test Massal! Instruksi Ganjar Pranowo Kepada Seluruh Kepala Daerah di Jateng

Update Tawuran Pemuda di Cilacap Saat Lebaran, Kapolsek: Kedua Kelompok Sudah Sepakat Damai

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved