Breaking News:

Berita Pendidikan

Sambut New Normal, Bupati Batang Ingin Samakan Persepsi Tenaga Pendidik

Bupati Batang Wihaji akan menyamakan persepsi bagi tenaga pendidik dalam kegiatan belajar mengajar (KBM).

PEMKAB BATANG
Bupati Batang Wihaji dan Wakil Bupati Suyono didampingi Kepala Dinas Pendidikan Achmad Taufik saat video conference dengan kepala sekolah se-Kabupaten Batang, Selasa (26/5/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG - Untuk bersiap menghadapi new normal atau berdamai dengan keadaan pandemi virus corona, Bupati Batang Wihaji akan menyamakan persepsi bagi tenaga pendidik dalam kegiatan belajar mengajar (KBM).

Selama ini, saat pandemi melanda Indonesia, KBM dilakukan secara study form home (SFH).

Tetapi menghadapi situasi new normal harus mengubah pola pikir masyarakat dan tenaga pendidik.

Rayakan Kegembiraan Suasana Lebaran Bersama Keluarga, Waktu Berburu Kupat Blengong di Tegal

Anak dan Ibunya Meninggal Ditabrak Mobil Kapolsek di Rembang, Wanita Ini Kirim untuk Warganet

Tanggul Pantai Kamulyan Jebol, BMKG Cilacap: Waspada Gelombang Tinggi

Laksanakan Rapid Test Massal! Instruksi Ganjar Pranowo Kepada Seluruh Kepala Daerah di Jateng

"Kami akan bersiap memasuki new normal, selain halal bihalal secara virtual juga menyampaikan kesiapan satuan pendidikan tentang proses KBM," tutur Bupati Wihaji, Selasa (26/5/2020).

Menurutnya, hal ini perlu ada pola pikir yang sama karena tidak mungkin sekolah akan diliburkan terus menerus dan semua harus berjalan sebagaimana mestinya.

"Sambil menunggu surat resmi petunjuk pelaksnan dan teknis kapan KBM mulai dilaksanakan dari Pemerintah Pusat."

"Maka harus ada persamaan persepsi agar tidak ada kecemasan di masyarakat," jelasnya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (27/5/2020).

Dikatakannya, virus corona ini masih tetap ada dan harus dihadapi dengan berdamai, seperti penyakit lainnya.

"Terpenting sekarang tetap melaksanakan atau mematuhi anjuran pemerintah tentang protokol kesehatan."

"Karena tidak mungkin harus seperti ini terus," tambahnya.

Ia juga menjelaskan, kalau sudah ada kepastian dari Pemerintah Pusat tentang proses KBM, semua sekolahan yang untuk karantina pemudik akan disemprot disinfektan.

Pihaknya akan bekerja sama dengan pihak pemerintah desa.

"Sebelum proses KBM dimulai, semua sekolah kami semprot disinfektan yang dilakukan oleh pemerintah desa," ujarnya.

Dikatakan Wihaji, dari hasil video conference banyak guru dan siswa yang sudah kangen proses belajar mengajar.

"Kalaupun proses KBM tetap harus dilaksnakan atas petunjuk Pemerintah Pusat, harus sesuai dengan protokol kesehatan," pungkasnya. (Dina Indriani)

Waspada Hujan Lebat Disertai Angin Kencang di Tegal Raya, BMKG: Berpotensi Terjadi Dua Hari

Dua Tempat Karantina Masih Tanpa Penghuni, Meski Pemudik Masuk Purbalingga Capai 10.989 Orang

Balita dan Neneknya Meninggal, Laju Mobil Kapolsek Mendadak Oleng, Hantam Rumah di Rembang

Pemudik Berstatus PDP Meninggal di RSUD Salatiga, Yuliyanto: Hasil Lab Dinyatakan Positif Covid-19

Penulis: dina indriani
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved