Berita Pekalongan

Cerita Kakek Nenek Warga Pekalongan yang Tidak Dapat Bantuan dan Hidup Bareng Hewan Ternak

Di tengah pandemi virus corona atau Covid-19, pemerintah baik daerah, provinsi, maupun pusat menggelontorkan ratusan miliar untuk mencegah.

Editor: Rival Almanaf
Tribunbanyumas.com/ Indra Dwi Purnomo
Wasri (60) warga RT 8 RW 2, Dukuh Kaibahan, Desa Kaibahan, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah sedang menanak nasi 

"Sering sekali anak saya mengurus bantuan ke desa tapi gagal terus. Hanya sampai di desa selanjutnya tidak ada bantuan sama sekali," imbuhnya.

Saat disinggung apakah masih mempunyai anak, ia mengungkapkan masih mempunyai anak empat dan semuanya sudah berkeluarga.

"Sudah berkeluarga semua dan jauh-jauh tinggalnya. Tapi sering juga kesini untuk tengok orangtuanya," ungkapnya.

Terpisah, Deman (75) menuturkan, ia selama ini belum mendapatkan bantuan pemerintah baik itu kesehatan ataupun yang lainnya.

"Tidak pernah dapat bantuan saya dan tidak tahu juga kalau ada bantuan dari pemerintah," tuturnya.

Deman juga mengatakan, ia bersama istrinya tidur bareng hewan ternak ini sudah 5 tahun.

"Wis biasa mas turu pitik dan Meri (sudah biasa tidur bareng ayam sama bebek). Kalau hewannya sudha besar akan dijual untuk kebutuhan makan," katanya.

Ia mengungkapkan, sebelum jatuh sakit dirinya bekerja sebagai buruh tani.

"Saya sakit nafas sudah hampir satu tahun. Sebelum sakit, saya kerjanya di sawah buruh pacul. Sekarang hanya di rumah dan yang kerja istri saya," ungkapnya.

Sementara itu, Roni ketua RT setempat membenarkan bahwa keluarga Deman memang belum pernah mendapatkan bantuan baik dari pemerintah daerah, provinsi, dan pusat.

Dibakar Cemburu, Pria Bacok Istri dan Pamannya yang Anggota TNI AD Hingga Tewas

Pasca Akhri PSBB, 10 Masjdi di Kota Tegal Ini Akan Gelar Shalat Idul Fitri

Enam Pemudik Tewas Dalam Kecelakaan Kapal Motor di Laut Aru

Jateng Masih Peringkat Empat, Simak 10 Provinsi Dengan Penularan Virus Corona Tertinggi di Indonesia

"Sebenarnya mbah deman sudah terdata di bantuan provinsi. Tapi bantuannya belum turun. Tapi untuk bantuan PKH, terus BST dan lainnya memang mbah Deman tidak terdata," katanya.

Ia mengungkapkan, seringkali nama mbah Deman diajukan ke desa untuk mendapatkan bantuan, tapi tidak pernah tercatat di desa.

"Ada beberapa warga yang dinilai layak, tapi masih mendapatkan bantuan. Ada juga yang sudah mendapatkan PKH dapat lagu bantuan BST," ungkapnya.

Kemudian, mengenai bantuan yang didapatkan warga agar tidak dua kali, ia mendata kembali warganya.

"Ada warga yang mendapatkan bantuan BST dan PKH. Nah itu kan dobel, nanti saya akan mencoret salah satu bantuan yang didapatkan warga tersebut. Agar, bisa dilemparkan ke warga yang membutuhkan," imbuhnya. (Dro)

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved