Kamis, 23 April 2026

Berita Regional

Saat PSBB Dua Ormas di Bekasi Malah Bentrok, Rusak Pertokoan dan Bakar Sepeda Motor

Saat PSBB Dua Ormas di Bekasi Malah Bentrok, Rusak Pertokoan dan Bakar Sepeda Motor. Dipicu tagihan 6 gelas kopi

Kompas TV
Ilustrasi bentrok - Dua ormas di Kota Bekasi: PP dan PSHT, terlibat bentrok, Kamis kemarin. Akibat bentrokan, sejumlah pertokoan dirusak dan beberapa unit sepeda motor dibakar. Bentrok dipicu tagihan 6 gelas kopi. 

"Sebagian mereka kita bawa ke Polsek untuk mediasi dan terjadi kesepakatan kembali antara kedua belah pihak, dalam hal ini unsur pimpinan ormas Pemuda Pancasila dan PSHT."

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Saat masih dalam kebijakan penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota Bekasi, dua organisasi masyarakat (Ormas) di wilayah tersebut justru bentrok.

Dua ormas yang bentrok adalah Pemuda Pancasila (PP) dan Persaudaraan Setia Hati Teratai (PSHT).

Akibat bentrokan, sejumlah pertokoan dilaporkan rusak, dan beberapa unit kendaraan sepeda motor dibakar.

Bentrokan dua organisasi masyarakat (ormas) terjadi di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Bintara, Bekasi Barat sekitar pukul 18.00 WIB, Kamis (21/5/2020) kemarin.

Akibatnya beberapa bangunan pertokoan rusak serta empat buah kendaraan sepeda motor milik salah satu anggota ormas ludes terbakar api.

Cara Mudah Cek Kepesertaan Bansos Covid-19 Melalui Aplikasi, Simak Petunjuk Berikut Ini

Pentingnya Masker! Virus Corona Juga Menular Lewat Udara, Bisa Terbang 6 Meter dalam 5 Detik

Kronologi OTT KPK di UNJ, Bermula dari Rektor Minta Pejabat Kampus Kumpulkan Uang

Penambahan Kasus Virus Corona Dalam Sehari Capai Rekor Tertinggi, Lonjakan Tertinggi di Jawa Timur

Kapolres Metro Kota Bekasi, Kombes Pol Wijonarko menjelaskan, kejadian bermula pada pukul 03.00 WIB, ketika ormas Pemuda Pancasila (PP) melontarkan kalimat menantang kepada ormas Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT).

Kemudian pada pukul 15.00 WIB, ormas PSHT mendatangi Jalan I Gusti Ngurah Rai dengan maksud mendatangi ormas PP.

Mengetahui peristiwa tersebut, Polsek Bekasi Kota pun segera meluncur ke tempat kejadian perkara untuk menindaklanjuti aksi tersebut.

Wijonarko menuturkan telah berhasil mengamankan sejumlah anggota dan ketua dari kedua ormas untuk dilakukan pemeriksaan.

"Sebagian mereka kita bawa ke Polsek untuk mediasi dan terjadi kesepakatan kembali antara kedua belah pihak, dalam hal ini unsur pimpinan ormas Pemuda Pancasila dan PSHT," ujar Wijonarko ketika dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (21/5/2020).

Kendati telah mencapai kesepakatan damai, namun rupanya terjadi bentrok susulan dengan aksi lempar antara ormas PP dengan ormas PSHT di Jalan I Gusti Ngurahrai pada sekitar pukul 18.00 WIB.

Meski tidak memakan korban jiwa namun atas aksi tersebut, beberapa toko dilaporkan rusak dan empat buah unit kendaraan roda dua milik anggota ormas dilaporkan terbakar kobaran api.

Saat ini Wijonarko telah mengamankan pimpinan ormas. Ia pun menegaskan akan menindaklanjuti kasus ini dengan tegas.

"Kita tindak lanjuti dan kita kumpulkan pimpinan kedua ormas. Jika ada sesuatu yang menyalahi pindana kita tindak sesuai UU yang berlaku," pungkas Wijonarko.

Dipicu 6 Gelas Kopi

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus pun menuturkan kronologi dari aksi bentrokan antar kedua ormas tersebut.

Keributan bermula pada Kamis (21/5/2020) sekitar pukul 03.00 WIB dini hari, ketika Toto, sang pemilik warung kopi di Bintara, Bekasi meminta ormas PP untuk membayar enam gelas kopi yang dipesan.

Yusri menjelaskan, ormas PP memang sudah biasa memesan minuman di kedai Toto.

Kendati demikian, ormas PP tidak pernah membayar minuman yang mereka pesan pada warung kopi tersebut.

"Setiap malam anggota Pemuda Pancasila yang selalu di pos selalu pesan enam gelas tapi tidak mau membayar," kata Yusri dalam keterangan tertulisnya, Kamis (21/5/2020).

Toto mengaku saat ini keadaan warung kopi miliknya sepi pengunjung, karena warga memilih untuk berdiam diri di rumah untuk menghindari kerumunan.

Oleh sebab itu, ia memberanikan diri untuk menagih bayaran kepada ormas PP.

Namun nahas, Toto malah menerima tendangan yang dilayangkan oleh Iwan, salah satu anggota ormas PP.

Sebelum terjadi aksi baku hantam, Toto memang sempat beradu mulut dengan Iwan.

Merasa tak terima atas aksi yang dilakukan Iwan, Toto pun balas melawan dengan membanting tubuh Iwan.

Akibatnya Iwan mengalami luka di bagian kepala.

Melihat temannya terluka, anggota ormas PP lantas tak tinggal diam.

Sebanyak tiga anggota ormas PP dilaporkan langsung mengeroyok Toto di tempat kejadian perkara.

Selama pengeroyokan tersebut, anggota ormas PP sempat melontarkan kalimat menantang kepada organisasi silat PHST.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Akibat Bentrokan Dua Ormas di Bekasi, Pertokoan Rusak dan 4 Motor Terbakar

Wuhan Larang Konsumsi dan Jual-Beli Hewan Liar, Pedagang Dapat Kompensasi hingga Rp5 Juta Per Ekor

Jangan Berharap Berlebihan, Ganjar: Bantuan Pemerintah Tak akan Pernah Cukup Menyasar Semua

Duduk Perkara Simpangsiur Penangkapan M Nuh, Pemenang Lelang Motor Listrik Jokowi Rp2,5 M

Kisah Dokter Muda Cantik Layani Dua Nenek Buta di Banjarnegara, Ternyata Putri Seorang Kiai

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved