Berita Jateng
Gara-gara Ini, Gubernur Ganjar Minta Seluruh Pasar dan Mall di Jateng Ditutup: "Ketati Saja"
Gara-gara Ini, Gubernur Ganjar Minta Seluruh Pasar dan Mall di Jateng Ditutup: "Ketati Saja"
"Untuk bupati dan wali kota se Jawa Tengah, agar rasa-rasanya dalam dua hari ini akan ada banyak kerumunan orang belanja ketati saja. Saya minta yang tidak bisa melakukan pengontrolan ketat pada mereka yang hendak belanja di pasar, mall, supermarket, lebih baik tutup saja. Karena ini kondisinya sudah kritis."
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Kerumunan masyarakat yang mengabaikan protokol kesehatan di pasar-pasar, mall dan pusat perbelanjaan di Jateng, dalam beberapa waktu belakangan ini membuat Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, geram.
Bahkan, Ganjarmenginstruksikan kepada seluruh bupati dan wali kota di Jateng untuk menutup mall, supermarket ataupun pasar, jika pengelola tidak bisa melakukan pengontrolan ketat terhadap pengunjung.
Karena abainya kontrol ketat terhadap pengunjung, terjadi lonjakan kasus terpapar corona (Covid-19) cukup besar di Pasar Kobong Semarang.
Menurut Ganjar terjadi lonjakan keramaian di berbagai tempat dalam tiga hari terakhir, khususnya di tempat perbelanjaan.
• TEGAS! Pemerintah Tutup 22 Pusat Perbelanjaan, Hindari Masyarakat Berdesakan Berburu Baju Lebaran
• Cara Mudah Cek Kepesertaan Bansos Covid-19 Melalui Aplikasi, Simak Petunjuk Berikut Ini
• BREAKING NEWS: Sidang Isbat Tetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H Jatuh pada Minggu 24 Mei 2020
• Masjid Agung Jawa Tengah Pastikan Tak Gelar Salat Ied, Pengurus: Mohon Umat Islam Memahami
Dia pun memerintahkan agar bupati dan wali kota se Jawa Tengah untuk segera bertindak dengan melakukan pengetatan penerapan protokol kesehatan.
"Untuk bupati dan wali kota se Jawa Tengah, agar rasa-rasanya dalam dua hari ini akan ada banyak kerumunan orang belanja ketati saja," kata Ganjar, Jumat (22/5).
Bahkan jika masih terdapat kerumunan karena susah diatur, baik pengelola maupun warganya, Ganjar menginstruksikan agar bupati maupun walikota tidak segan melakukan penutupan.
Menurut Ganjar saat ini situasinya sudah semakin membahayakan, terlebih di pusat-pusat keramaian.
"Saya minta yang tidak bisa melakukan pengontrolan ketat pada mereka yang hendak belanja di pasar, mall, supermarket, lebih baik tutup saja. Karena ini kondisinya sudah kritis."
"Banyak orang datang berbelanja karena sudah terima THR, banyak uang cash jadi ini sangat berbahaya," katanya.
Ganjar mencontohkan, di Kota Semarang terjadi lonjakan kasus secara signifikan akibat masyarakat masih nekad berkunjung ke pasar, mall maupun supermarket.
Salah satu kejadiannya berada di Pasar Kobong.
"Karena kita terjadi peningkatan, kemarin di Semarang di pasar Kobong ada 26 positif dan ternyata dari Demak.
"Sehingga OTG nya banyak. Karena ini kondisinya sudah kritis," kata Ganjar.