Berita Sains
Astronom Temukan Zona Layak Huni Selain Bumi
Astronom itu kembali menemukan zona layak huni di luar Bumi yang memiliki lingkungan galaksi seperti di Tata Surya ini.
TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Baru-baru ini seorang astronom melaporkan hasil temuannya kepada publik.
Astronom itu kembali menemukan zona layak huni di luar Bumi yang memiliki lingkungan galaksi seperti di Tata Surya ini.
Sistem itu bernama TRAPPIST-1 yang berjarak hanya 40 tahun cahaya, dengan tujuh exoplanet berbatu dan tiga di antaranya berada di zona layak huni bintang tersebut.
• Pulang ke Magetan, Pasutri Pekerja Rokok Sampoerna Ditolak Warga
• Tanda Beban Tenaga Medis Makin Berat, Lalu Menyerah? Pasang Tagar Indonesia Terserah di Medsos
• Total Terkumpul Donasi Rp 55 Juta, E-Konser Amal Ngabuburit Tribun Jateng
• Hasil Lengkap Liga Jerman Seusai Dihentikan Karena Covid-19, Alassane Plea Ciptakan Gol Tercepat
Melansir dari Kompas.com, Minggu (17/5/2020), penelitian baru yang menakjubkan ini telah menemukan sistem yang planet-planet yang mengorbit di Tata Surya ini.
Mengorbit pada bidang yang lebih atau kurang datar di sekitar ekuator Matahari.
Demikian juga eksoplanet TRAPPIST-1 yang mengorbit di bidang datar.
Penemuan ini memungkinkan para astronom untuk menyelidiki sejarah dinamik sistem tersebut.
Akan tetapi,dengan penemuan planet di sekitar ekuator bintang berarti pada dasarnya planet ini cenderung memiliki perilaku orbit yang sama di mana mereka terbentuk.
Sehingga membuat kondisi primordial sistem yang lebih mudah untuk dipelajari.
Sampai saat ini, para astronom telah menemukan lebih dari 4.000 exoplanet di galaksi Bima Sakti.
Para astronom telah mengambil pengkuran orbital alignment dari beberapa exoplanet saat ini.
Banyak material gas raksasa yang mengorbit dekat bintang obliguity.
Material itu tampak ketika bintang exoplanet mengorbit pada sudut miring ke sumbu putar bintang.
Mengorbit seperti planet di Tata Surya TRAPPIST-1 adalah katai merah, yang berarti sangat kecil, sehingga dengan efek tertentu tidak mungkin dapat diamati.
Akan tetapi, Subaru Telescope yang dilengkapi dengan InfraRed Doppler (IRD), spektrograf inframerah baru dengan resolusi yang cukup tinggi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/exoplaten-layak-huni-selain-bumi.jpg)