Breaking News:

Berita Sragen

Jebakan Tikus di Sawah Kabupaten Sragen Justru Tewaskan Enam Orang Petani

Jebakan tikus di areal persawahan di Kabupaten Sragen Jawa Tengah justru telah menewaskan enam manusia.

Editor: Rival Almanaf
(KOMPAS.COM/DOK POLSEK GENEG)
ILustrasi: Anggota Polsek Geneng melakukan pemeriksaan di lokasi kejadan perkara dimana Sungkono (45) warga Desa Baderan Kecamatan Geneng Kabupaten Ngawi ditemukan tersengat aliran listrik dari kabel jebakan tikus yang dipasangnya. 

Untuk pembasmian hama tikus di sawah, Eka menyatakan ada cara lain yang tidak membahayakan manusia.

"Dilakukan pemasangan umpan dan tentunya trap yang ramah lingkungan dan tidak berbahaya bagu manusia.

Bisa dilakukan pengasapan sarang-sarang tikus dengan harapan anak-anak tikus juga ikut mati," kata Eka.

Selain itu, petani diimbau menggunakan musuh alami yaitu pengembangan burung hantu yang bisa menjadi predator tikus di area persawahan.

Kapolsek Pelepat Ditusuk saat Razia Tambang Emas Ilegal di Jambi, 7 Polisi Turut Disandera

Kisah Kiky Saputri Masa Lampau; Jadi Guru Honorer Bergaji Rp 600 Ribu Hingga Gagal Nikah

Kapten Barcelona Lionel Messi Akui Tak Bisa Rebut Bola dari Gelandang Klub Liga Jepang Ini

PT KAI Daop IV Semarang Tolak 12 Calon Penumpang, Alasannya Tak Penuhi Syarat

"Penggunaan setrum listrik untuk pengendalian tikus tidak direkomendasikan karena setrum listrik itu sangat berbahaya dan dapat mengakibatkan kematian baik seluruh hewan maupun orangnya," lanjut Eka.

Selain itu, listrik di sawah juga berbahaya apabila terjadi banjir karena air di sawah juga akan mengandung aliran listrik.

"Seluruhnya kami minta mengedukasi atau sosialisasi kepada masyarakat bahwa penggunaan listrik untuk setrum tikus tidak direkomendasikan atau tidak diperbolehkan," tegasnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jebakan Tikus di Sragen Tewaskan Enam Petani, Bupati Ancam Tuntut Pemilik Sawah", 

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved