Berita Semarang
Munadi Teriak Allahu Akbar, Loncat dari Tempat Tidur Selamat Diri Keluar Rumah
Angin berhembus dari atas, lalu ke bawah, kemudian ke atas lagi menyapu atap rumahnya yang terbuat dari genteng.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: deni setiawan
"Atap rumah bersih tidak bersisa dibawa angin," jelasnya.
Sedangkan Ketua RW 07 Kelurahan Genuksari, Dwi Handoko menjelaskan, kejadian angin puting beliung di wilayahnya menyasar tujuh rumah.
Mereka tersebar di Rt 07 sejumlah tiga rumah dan 2 rumah di Rt 04.
Kemudian Rt 03 dan 06 masing-masing satu rumah.
"Paling parah terjadi di Rt 07 Rw 07. Kerugian total ditaksir hingga puluhan juta Rupiah dan tidak ada korban jiwa," paparnya.
Dikatakan Dwi, kejadian angin puting beliung baru sekali ini di Genuksari.
Biasanya kejadian bencana di wilayahnya berupa banjir.
"Sekira puluh tahun di sini puting beliung terjadi di Genuksari, namun respon Kelurahan cepat dengan memberikan bantuan bagi korban terdampak," tandasnya. (Iwan Arifianto)
• 88 Toko Modern Bakal Ditutup di Kabupaten Semarang
• Pilkada Digelar 9 Desember, KPU Kabupaten Semarang: Kami Sudah Buat Skenarionya
• Dua Maling Pengincar Tas Diamuk Massa, Polsek Semarang Barat: Awas Kriminal Jelang Lebaran
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/puting-beliung-semarang.jpg)