Rabu, 8 April 2026

Berita Semarang

Munadi Teriak Allahu Akbar, Loncat dari Tempat Tidur Selamat Diri Keluar Rumah

Angin berhembus dari atas, lalu ke bawah, kemudian ke atas lagi menyapu atap rumahnya yang terbuat dari genteng.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/IWAN ARIFIANTO
Warga Genuksari, Kecamatan Genuk, Kota Semarang bergotong royong memperbaiki atap rumah yang tersapu angin puting beliung, Minggu (10/5/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Angin puting beliung menyapu tujuh rumah di Kelurahan Genuksari, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, Sabtu (9/5/2020) sore.

Akibat kejadian tersebut, beberapa rumah mengalami kerusakan cukup parah.

Atap rumah warga berbahan dari genteng dan seng pun beterbangan.

Bahkan ada satu rumah warga yang hilang atapnya terbawa angin.

Kasus Pertama Transmisi Lokal di Banyumas, Wanita Usia 76 Tahun Positif Corona

Belasan Warga Kemranjen Banyumas Nyusul Kembalikan BLT Rp 600 Ribu

Terjaring Tak Gunakan Masker, 15 Warga Banyumas Jalani Sidang Tipiring, Ini Hasilnya

"Ketika angin puting beliung terjadi, saya sedang tidur."

"Saya kaget, langsung loncat keluar rumah sambil membawa anak," terang Munadi, Rt 04 Rw 07 Kelurahan Genuksari kepada Tribunbanyumas.com, Minggu (10/5/2020).

Munadi melanjutkan, kejadian angin puting beliung terhitung begitu cepat atau tidak lebih dari 10 menit.

Angin berhembus dari atas, lalu ke bawah, kemudian ke atas lagi menyapu atap rumahnya yang terbuat dari genteng.

Hembusan angin itu disertai hujan deras.

"Ketika itu saya langsung teriak Allahu Akbar berkali-kali sambil melindungi kepala karena takut kejatuhan genteng," bebernya.

Beruntung dari kejadian tersebut, Munadi dan keluarganya selamat.

Kendati harus mengalami kerugian hingga jutaan Rupiah lantaran atap rumahnya rusak.

Dua Pekan Ada 37 Kendaraan Putar Balik, Polres Cilacap: Yang Ngeyel Wajib Karantina 14 Hari

Napi Asimilasi di Purbalingga Diusulkan Dapat Bantuan Sembako

Oknum Pegawai Puskesmas Karangmoncol Suplay Limbah Medis, Kapolres Purbalingga: Sudah Puluhan Tahun

"Hari ini lagi saya betulin bersama tetangga. Tadi malam sudah ada bantuan tali asih dari kecamatan," jelasnya.

Korban lain, Romadi menjelaskan, angin puting beliung menerpa kencang rumahnya sekira pukul 15.30.

Dari kejadian tersebut atap rumahnya yang terbuat dari seng di lantai dua bersih disapu angin.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved