Berita Ungaran

88 Toko Modern Bakal Ditutup di Kabupaten Semarang

Ada 88 toko modern, baik yang berjejaring maupun tak berjejaring di Kabupaten Semarang menyalahi Perda di Kabupaten Semarang.

Penulis: akbar hari mukti | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/AKBAR HARI MUKTI
Kepala Diskumperindag Kabupaten Semarang, Heru Cahyono. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Diskumperindag Kabupaten Semarang mencatat ada 88 toko modern, baik yang berjejaring maupun tak berjejaring di Kabupaten Semarang menyalahi Perda.

Puluhan toko modern ini segera disegel dan dihentikan usahanya.

"Data di Diskumperindag ada sekira 88 toko modern yang menyalahi aturan Perda," jelas Kasi Usaha Perdagangan Diskumperindag Kabupaten Semarang, Suharyadi.

Belasan Warga Kemranjen Banyumas Nyusul Kembalikan BLT Rp 600 Ribu

Saya Ikhlas Kembalikan BLT Rp 600 Ribu Ini, Bupati Banyumas: Ini Benar-benar Luar Biasa

Pemuda Dua Desa Nyaris Bentrok, Dipicu Gerobak Pedagang Martabak Dikencingi di Kawunganten Cilacap

Alhamdulillah, Remaja 19 Tahun Asal Adipala Cilacap Negatif Corona, Total Ada Tiga PDP Hari Ini

Kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (8/5/2020), Suharyadi menyampaikan Perda yang dimaksud.

Yakni Perda Nomor 2 Tahun 2018 terkait penataan dan pembinaan pasar rakyat, pusat perbelanjaan, dan toko swalayan.

Lebih rinci, jelas Suharyadi, pelanggaran yang dimaksud ada di Pasal 58 Perda tersebut.

Pasal 58 itu terkait kewajiban usaha toko modern untuk melaporkan kegiatan usahanya.

"Misalnya omzet, pekerja dari Kabupaten Semarang ada berapa, dan lain-lain, berkala setiap 6 bulan," katanya.

Selain itu menurutnya, toko modern berjejaring juga harus memiliki surat tanda penerima waralaba.

Apalagi jika secara global toko modern berjejaring itu memiliki gerai lebih dari 150.

"Selama ini ada toko modern berjejaring yang tidak melakukan pengurusan untuk mendapatkan izin waralaba," lanjutnya.

Data Diskumperindag, Suharyadi melanjutkan, puluhan toko modern ini tak pernah melakukan kewajibannya yakni melaporkan kegiatan usahanya.

Peringatan dilakukan sejak Februari 2020.

Oknum Pegawai Puskesmas Karangmoncol Suplay Limbah Medis, Kapolres Purbalingga: Sudah Puluhan Tahun

Total Ada 34 Pasien Positif Corona di Purbalingga, Hari Ini Tambah Dua Orang, Asal Klaster Gowa

Pertamina Juga Berikan Cashback Buat Sopir Angkot, Simak Cara Mendapatkannya

Kalau Ganti Meteran Listrik yang Rusak, Bayar atau Tidak? Ini Penjelasan Lengkap PLN

"Mereka melayangkan surat permohonan dispensasi, kami penuhi sampai April 2020, tapi ternyata tetap tidak dipenuhi."

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved