Virus Corona Jateng
Update Virus Corona Jateng: Sehari Bertambah 34 Kasus Baru, Simak Kabupaten yang Paling Terdampak
Kasus virus corona atau covid-19 di wilayah Jawa Tengah mengalami kenaikan jumlah kasus, terhitung hingga Selasa (5/5/2020) sore.
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: Rival Almanaf
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Kasus virus corona atau covid-19 di wilayah Jawa Tengah mengalami kenaikan jumlah kasus, terhitung hingga Selasa (5/5/2020) sore.
Berdasarkan pantauan Tribunjateng.com, data yang terhimpun hingga pukul 17.06 sore di website www.corona.jatengprov.go.id/ jumlah kasus saat ini tercatat 837 kasus.
Pada hari sebelumnya tercatat 803 kasus.
• Buah Perjuangan Hafiz Cilik Banjarnegara, Dihadiahi Rumah Baru hingga Berangkat Haji se Keluarga
• Money Politics Pilbup Semarang Diprediksi Bakal Meningkat, Bawaslu: Dampak Pandemi Virus Corona
• Baru di Seri Y, Ini Spesifikasi dan Harga Vivo Y50
• Mantan Kades Buara Divonis Dua Tahun Penjara, Kejari Purbalingga: Terdakwa Nyatakan Pikir-pikir
Sebagai tambahan informasi, data tersebut dapat berubah sewaktu-waktu.
Dari data tersebut, 585 pasien di antaranya saat ini dinyatakan positif dan dirawat.
Kemudian yang dinyatakan sembuh sejumlah mengalami.kenaikan ssbanyak 177 kasus dari sebelumnya 155 kasus.
Adapun yang dinyatakan meninggal karena terinfeksi virus corona masih sama seperti hari sebelumnya, yaitu sebanyak 75 kasus.
Dari data 585 pasien positif yang dirawat, 78 di antaranya dirawat di rumah sakit RSUP Dr. Kariadi Semarang.
Angka tersebut menjadikan rumah sakit Dr. Kariadi Semarang sebagai rumah sakit yang paling banyak merawat pasien positif corona.
Disusul RSUD Dr. Tjitrowardojo Purworejo yang merawat 39 pasien positif corona, dan RSUD Dyoyonegoro Temanggung yang merawat 31 pasien positif corona.
Tiga rumah sakit tersebut berada di urutan teratas sebagai rumah sakit yang paling banyak merawat pasien positif corona di Jawa Tengah sementara ini.
Bertambah 21 Kasus di Cilacap
Sementara itu, Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Cilacap, Selasa (5/4/2020) mengumumkan jumlah pasien positif corona bertambah 21 orang.
Sehingga, sampai saat ini terdapat 41 kasus positif virus corona (Covid-19) di Cilacap.
Dalam keterangan tertulis yang diperoleh Tribunbanyumas.com, Tatto menyampaikan, berhubung adanya penumpukan sampel laboratorium yang harus diperiksa di B2P2VRP Salatiga, maka terjadi penumpukan hasil informasi pasien.
Data 21 pasien positif corona tersebut, kata Tatto, sebagai berikut:
7 Pemudik dari Jakarta. Tujuh orang tersebut berasal dar Kecamatan Cimanggu.
3 orang eks Jamaah Gowa yang beralamat di Kecamatan Dayeuhluhur, Kecamatan Cilacap Selatan, dan Kecamatan Cilacap Tengah.
5 orang beralamat di Kecamatan Majenang.
2 orang beralamat di Kecamatan Wanareja.
1 orang dari Gombolharjo Kecamatan Adipala.
1 orang dari Slarang Kecamatan Kesugihan
1 orang dari Tritih Kulon Kecamatan Cilacap Utara.
1 orang dari Gunung Simping Kecamatan Cilacap Tengah.
Dengan adanya lonjakan jumlah pasien positif corona di Cilacap, Tatto meminta warga Cilacap untuk disiplin menjalankan jaga jarak, rajin cuci tangan dengan air mengalir, dan mengenakan masker kala berpergian.
"Semoga bencana ini segera berakhir," harapnya.
Sebelumnya diberitakan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Cilacap, Senin (4/5/2020) melaporkan, hingga saat ini pasien positif virus corona (Covid-19) secara keseluruhan berjumlah 20 orang.
Dengan rincian 15 orang masih dirawat dan satu orang telah meninggal.
Sedangkan untuk pasien positif corona yang sudah dinyatakan sembuh berjumlah empat orang.
• Wali Kota Solo: Saya Lagi Siapkan Lagu Aja Mudik Bersama Didi Kempot
• PSBB Kota Tegal Berakhir Besok Rabu, Dedy Yon: Akan Kami Ajukan Tahap Kedua
• Ini Daftar Harga dan Spesifikasi Ponsel Xiaomi Terbaru, Ada Cashback Berlaku Sepanjang Mei
• Bawaslu Panggil ASN Disdik Purbalingga yang Diduga Tidak Netral, Begini Hasil Pemeriksaan Sementara
Sementara itu, hingga kini total terdapat 1.456 Orang dalam Pemantauan (ODP).
Dengan rincian, 1.349 ODP selesai pantau, 107 orang masih dalam pemantauan.
Sementaran itu, Pasien dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 145 orang.
Dengan rincian, 68 orang telah dinyatakan negatif, 77 orang masih menunggu hasil laboratorium.
Gugus Tugas juga melaporkan sampai Senin, (5/5/2020) PDP yang meninggal sejumlah 17 orang. (Arl/Yun)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/peta-sebaran-virus-corona-jateng.jpg)