Berita Semarang
Semarang Disebut Berpotensi Jadi Episentrum Penyebaran Virus Corona
Kota Semarang disebut berpotensi menjadi episentrum baru penyebaran virus corona setelah DKI Jakarta dan Jawa Barat.
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Kota Semarang disebut berpotensi menjadi episentrum baru penyebaran virus corona setelah DKI Jakarta dan Jawa Barat.
Hal itu disampaikan Juru bicara pemerintah khusus penanganan virus corona (Covid-19), Achmad Yurianto Sabtu (2/5/2020).
Ia menyebut ada tiga kota yang berpotensi menggantikan DKI dan Jabar yang kini menjadi pemilik jumlah kasus tertinggi.
Yuri mengatakan daerah tersebut antara lain Makassar, Semarang dan Surabaya.
Dua daerah di antaranya sudah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), yaitu Makassar dan Surabaya.
• Video Naufal Pemuda Majenang Cilacap Runner Up Indonesia Mengaji Indosiar
• Terungkap, Sebelum Ditemukan Meninggal di Sungai Serayu Banjarnegara Pria Ini Sempat Pamit Keluarga
• Berita Duka: Mantan Basis Dewa-19 Erwin Prasetya Meninggal Dunia
• Setelah Ditolak Konsulat Rusia di Bali, Pasangan Bule yang Ajak Balita Ngamen di Lombok Dideportasi
Sementara Kota Semarang saat ini baru menerapkan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM).
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) agar wilayahnya tidak menjadi episentrum baru kasus Covid-19.
Ada 16 posko yang dijaga tim gabungan untuk mengingatkan masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan.
"Buat saya yang penting warga Semarang disiplin dalam SOP (standar operasional prosedur) protokol kesehatan dan jaga jarak."
"Maka kita akan terhindar dari Covid-19 yang berkepanjangan," kata Hendrar di Semarang, Kamis (30/4/2020).
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan pemberlakuan PKM dilakukan agar masyarakat memiliki kesadaran diri untuk ikut mencegah penularan Covid-19
. Apabila kesadaran tidak terwujud dan jumlah kasus terus meningkat, bukan tidak mungkin Semarang menerapkan PSBB.
"Yuk tolong dong semua taat. Kalau sudah PSBB, semua pasti akan terasa sakitnya."
"Maka ayo jangan sampai kita menaikkan status menjadi PSBB dengan cara disiplin dan taat aturan," kata Ganjar di Semarang, Kamis (30/4/2020). Surabaya.
Sementara itu, Pejabat (Pj) Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb menilai pernyataan pemerintah pusat menjadi peringatan agar wilayahnya tidak menjadi episentrum baru.
Untuk mencegahnya, Pemkot Makassar telah menerapkan PSBB dan diklaim sudah berdampak dalam penanganan corona.
"Laju pertumbuhan Covid-19 mengalami penurunan hingga 1 persen. Sebelum diterapkan PSBB, laju peningkatannya mencapai 2,5 persen,” kata Iqbal ketika dikonfirmasi, Kamis (30/4/2020).
Tingkat kepatuhan masyarakat menerapkan pembatasan sosial pun diklaim meningkat 80 persen.
Misalnya terkait salat berjemaah yang tadinya ada ratusan masjid yang tidak patuh, kini hanya ada puluhan.
“Kalau masjid dalam kompleks tidak masalah dan mudah dilakukan tracing jika ada suatu masalah. Yang berbahaya masjid pinggir jalan. Karena tidak diketahui apakah dia sehat atau tidak, kemudian bergabung dengan jemaah yang sehat,” tandasnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar Naisyah Tun Azikin mengatakan kasus di daerahnya tinggi karena merupakan pintu gerbang di Indonesia Timur.
Yang awalnya hanya kasus impor, kini penularan Covid-19 sudah dalam fase transmisi lokal.
"Dari kasus yang ada yang kita lakukan tracing ternyata sudah ada penularan antar orang dengan orang Makassar sendiri," ujar Naisyah saat dihubungi Kompas.com, Kamis (30/4/2020).
• Kapolda Turun Tangan, Aksi May Day Hari Buruh Diwarnai Kericuhan dan Penjarahan
• Pertamina Berikan Cashback 30 Persen Pembelian BBM, Begini Cara Mendapatkannya
• Misteri Kematian Kim Jong Un Mulai Temukan Titik Terang, Begini Penampakan Terbarunya
• Wawali Kota Tegal Sebut PSBB Efektif Tekan Penyebaran Corona, Bagaimana Data Sesungguhnya?
Menurutnya, pemerintah telah berupaya membuat regulasi-regulasi.
Jika ingin corona segera berakhir, masyarakat harus patuh dengan aturan yang ada.
"Intinya ini akan menyulitkan kami kalau masyarakat sendiri yang tidak menaati aturan. Virus sangat mudah menular."
"Setiap hari masih terus terjadi kematian kalau tidak salah kemarin masih ada 4 yang positif ini yang harus disadari masyarakat."
"Ini yang perlu dipahami masyarakat," terang Naisyah. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "3 Wilayah Berpotensi Jadi Episentrum Baru Covid-19, Ini Komentar Para Kepala Daerahnya",
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/tiga-pdp-kabupaten-semarang-meninggal.jpg)