Minggu, 12 April 2026

Berita Regional

Kapolda Turun Tangan, Aksi May Day Hari Buruh Diwarnai Kericuhan dan Penjarahan

Kericuhan terjadi saat ratusan buruh dari PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah (Halteng), Maluku Utara, menggelar aksi.

Editor: Rival Almanaf
Kompas.com
Kerusuhan di Ternate 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Aksi May Day di tengah pandemi corona justru berujung kericuhan dan penjarahan.

Peristiwa itu terjadi di Halmahera Tengah, Maluku Utara pada Jumat (1/5/2020).

Kericuhan terjadi saat ratusan buruh dari PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah (Halteng), Maluku Utara, menggelar aksi May Day.

Para buruh yang mengatasnamakan diri mereka Forum Perjuangan Buruh Halteng (FPBH) melakukan pembakaran serta penjarahan.

Pertamina Berikan Cashback 30 Persen Pembelian BBM, Begini Cara Mendapatkannya

Misteri Kematian Kim Jong Un Mulai Temukan Titik Terang, Begini Penampakan Terbarunya

Wawali Kota Tegal Sebut PSBB Efektif Tekan Penyebaran Corona, Bagaimana Data Sesungguhnya?

Simak Jadwal Acara TV dan Film Hari Ini 2 Mei 2020 di Trans TV, SCTV, Trans 7, GTV, RCTI dan MNCTV

Ratusan buruh PT IWIP ini ricuh ketika menyampaikan tuntutan mereka di depan kantor IWIP.

Kericuhan dimulai dari saling dorong dengan sekuriti perusahaan, hingga akhirnya terjadi pelemparan dan pembakaran warung makan, serta perusakan fasilitas kantor dan alat berat milik perusahaan.

Sejumlah kendaraan roda dua, roda tiga, dan alat berat rusak.

Kapolres Halmahera Tengah AKBP Nico Setiawan ketika dikonfirmasi menjelaskan, kericuhan dilakukan sekelompok orang yang memanfaatkan para buruh.

Atas aksi itu, polisi menangkap 11 orang yang diduga provokator, penjarah, dan pelaku perusakan.

“Tadi juga Kapolda, sejumlah pejabat polda turun langsung ke IWIP dan melakukan dialog dengan pihak PT IWIP, pemda,” kata Kapolres saat dihubungi.

“Aksi ini tidak ada izin. Yang aksi sesungguhnya yaitu dari serikat pekerja berupa doa bersama yang akan dilaksanakan jam 11.00 tadi dan itu batal karena aksi ini,” kata Nico menambahkan.

Nico mengatakan, sekelompok orang yang memanfaatkan aksi itu diduga eks karyawan yang di-PHK dan sekelompk mahasiswa.

Saat ini situasi sudah kondusif.

Pihaknya menyiagakan 1 peleton dari Polres Halmahera Tengah, 1 kompi Brimob Polda Malut, serta 40 personel dari Kodim untuk mengamankan kantor IWIP.

Tuntutan Adapun yang menjadi tuntutan massa aksi saat peringatan May Day, yaitu menolak Omnibus Law dan PHK berkedok jeda di PT IWIP. Para buruh juga meminta agar perusahaan memenuhi hak maternitas buruh perempuan, mengembalikan izin resmi untuk buruh, serta menuntut PT IWIP melakukan lockdown perusahaan selama masa pandemi Covid-19.

Setelah Jadi Runner Up di Indonesia Mengaji Indosiar, Naufal Pemuda Majenang Siap Ikuti MTQ Nasional

Bulan Kedua PLN Beri Listrik Gratis, Begini Cara Klaim Melalui WhatsApp

Ribuan Lalat Serbu Rumah Warga RW 10 Cimanggu Cilacap, Tatang: Sehari Bisa Beli Delapan Lem

Sempat Viral di Medsos, Diklaim Jadi Penanda Berakhirnya Covid-19, Begini Fakta Bintang Turaya

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved