Breaking News:

Berita Regional

Kisah Pekerja Lepas di Tengah Pandemi Corona, Dapat Rp 17 Ribu Per Hari Harus Hidupi 4 Anak 1 Istri

“Alhamdulillah tadi habis bapak telepon saya, saya langung dapat oder pertama. Rp 17.000 lumayan. Dari rumah saya ke daerah ITC Depok,” ucapnya

Editor: Rival Almanaf
Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Ilustrasi sekelompok pengemudi ojek online (ojol). 

Belum lagi soal cicilan motor yang masih tersisa 17 bulan untuk dilunaskan.

Dia mengaku tidak mendapatkan keringanan biaya mencicil.

Pihak leasing hanya memberikan kelonggaran waktu untuk membayar cicilan.

“Kalau begitu sama saja bohong,” celetuk Didi.

Pikir Didi, jangankan 17 bulan cicilan motor, malam ini saja belum tentu keluarganya bisa makan.

Namun, Didi hanya bisa berserah kepada Yang Maha Kuasa.

Bantuan pemerintah bagaikan mimpi Di masa-masa sulitnya kini, Didi pernah berkomentar di salah satu kolom komentar berita Kompas.com.

Berita yang dikomentari Didi terkait dengan penurunan jumlah kasus Covid-19 di Jakarta.

Dia berharap berita itu benar-benar menjadi nyata, wabah Covid-19 segera berakhir.

"Semoga benar ini kasian istri saya sudah tidak ada uang lagi untuk menyambung hidup di bulan ramadhan ini tabungan kami sudah habis sementara saya yg sebagai ojol sudah 2 minggu tidak dapet order bantuan pemerintah pun hanya mimpi bagi kami," tulisnya ketika itu.

Didi memang tak dapat bantuan apapun, dari siapapun. Saat ditanya apakah bantuan pemerintah namanya terdata, Didi terdengar tak bersemangat.

“Enggak, saya belum dapat sama sekali. Sama RT-nya juga enggak ada. KTP saya kan masih alamat orang tua, sementara saya di sini ngontrak."

"Jadi saya sama RT sini mungkin enggak masuk hitungan atau bagaimana saya enggak tahu,” ucapnya.

Pria yang tinggal di Kampung Bojong, RT07 RW 20, Depok Timur ini mengatakan hanya 20 warga yang tercatat pihak RT untuk mendapatkan bantuan pemerintah.

Ketika tahu tidak masuk dalam 20 keluarga yang dapat bantuan, dia pun tidak berbuat banyak.

Tidak Taat PSBB Remaja di Tegal Ditangkap Polisi Karena Tawuran

Jadwal Acara TV di Trans TV, RCTI, SCTV, GTV, Indosiar, ANTV dan MNC TV Jumat 1 Mei 2020.

Jadwal imsak dan Buka Puasa Hari Ini Purbalingga, Ramadan Hari ke-6, Kamis 1 Mei 2020.

BREAKING NEWS: Sah! PSG Dinobatkan Sebagai Juara Ligue 1 Liga Prancis Musim 2019-2020

Bertanya kepada pihak RT enggan dilakukan karena tahu hasilnya akan percuma.

“Belum sempat tuh (bertanya). Saya pikir buat apalah Memang enggak dapat,” ucap dia.

Tidak heran dia lebih suka peras keringat sendiri daripada menanti bantuan yang tak pasti.

Hingga saat ini, banting tulang di aspal jalanan menjadi pilihan satu-satunya yang bisa Didi lakukan.

Berharap uang hasil mengantar barang atau penumpang bisa menjadi penyelamat dalam kondisi serba sulit seperti sekarang. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kisah Didi Maryadi Mengais Rezeki di Tengah Pandemi, Hanya Dapat Rp 17.000 Sehari", 

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved