Berita Semarang

Kelurahan Dibolehkan Karantina, Begini Konsep Jogo Tonggo yang Dipilih Kota Semarang Dibanding PSBB

Pemerintah Kota Semarang memutuskan memilih konsep Jogo Tonggo untuk mencegah penyebaran virus corona dibanding menerapkan PSBB

Editor: Rival Almanaf
Istimewa
Warga Pusponjolo Timur, Kota Semarang lakukan 'lockdown' lokal sebuah gang setelah di lingkungan tersebut terdapat seorang warga yang dinyatakan positif virus corona. 

Masyarakat lah yang mestinya menjadi garda terdepan dengan bersenjatakan air mengalir, sabun dan masker.

Simak Kriteria Pelanggaran Mudik yang Akan Didenda Rp 100 Juta

Ketua DPRD Jateng Minta Warga Tutup Jalan Kampung Agar Tidak Digunakan Pemudik Hindari Penyekatan

Viral Ketua RT Aniaya Warganya yang Menanyakan Bantuan Sosial, Begini Penjelasan Warga Sekitar

Mabuk dan Plesetkan Lagu Rasulullah, Pemuda di Surabaya Merengek Setelah Ditangkap Polisi

Dan menerapkan strategi inti, tetap tinggal di rumah dan jaga jarak.

"Basisnya desa atau kampung. Kenapa? Ruang yang lebih kecil bisa kita lakukan kendali yang lebih manageable."

"Kalau kita mau tetapkan PSBB, sudahkah kita menghitung dan siap? Kalau belum, kita latihan dulu dengan melakukan tindakan seperti PSBB."

"Pasar mulai kita ubah mulai besok. Yang ke sana harus cuci tangan, wajib pakai masker, kalau tidak suruh pulang," kata Ganjar. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Belum Terapkan PSBB, Kota Semarang Pilih Berlakukan "Jogo Tonggo"", 

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved