Berita Kecelakaan
Pria Tertabrak Kereta Pengangkut Semen di Perlintasan Banyuurip Kendal, Diduga Gangguan Jiwa
Seorang laki-laki ditemukan tewas di perlintasan kereta api Desa Banyuurip, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal, Selasa (21/4/2020) siang.
Penulis: Saiful Masum | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Seorang laki-laki ditemukan tewas di perlintasan kereta api Desa Banyuurip, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal, Selasa (21/4/2020) siang.
Laki-laki berusia sekira 45 tahun itu terkapar tepat di perlintasan dalam keadaan meninggal.
Penjaga palang pintu perlintasan kereta api Pos 38, Supriono mengatakan, korban diketahui seorang yang memiliki gangguan jiwa.
• Korban PHK Kendal, Daru Bersama Istri Bikin Mie Ayam Mika, Seporsi Cuma Rp 5.000
• Isolasi Pemudik, RS Darurat Covid-19 Kabupaten Kendal Sudah Siap Digunakan
• Pasien Positif Corona Kembali Dinyatakan Sembuh, Warga Padamara Purbalingga
• Daun Laban Bisa Dijadikan Obat Virus Corona? Kenali Dahulu Karakteristik Tanaman Ini
Berdasar keterangan yang diperolehnya, laki-laki tak beridentitas itu benar meninggal tertabrak kereta api.
"Iya ketabrak KA Semen 2718 Tegal-Tawang KM 26 sekira pukul 09.52," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (21/4/2020).
Menurut Supriono, korban sering terlihat mondar-mandir di perlintasan, baik dari arah barat ataupun timur.
Karena jenazah korban masuk ke kolong rel, petugas perlintasan kereta api pun melakukan pengecekan lokasi melalui obrolan para masinis.
"Awal memang tidak ada yang tahu. Setelah masinis yang terlibat melaporkan juga masinis 2 kereta lain yang melintas lapor, akhirnya dilakukan pengecekan," terangnya.
Bersama jajaran kepolisian setempat, petugas perlintasan kereta api dibantu petugas Puskesmas Ngampel mengevakuasi korban sekiranya pukul 11.15.
Jasad korban pun dibawa ke RSUD dr Soewondo Kendal untuk dilakukan penanganan medis.
"Sudah dievakuasi baru saja menggunakan ambulans Puskesmas Ngampel," terangnya. (Saiful Ma'sum)
• Kisah Heroik Gus Khayat, Taklukkan Penderita Gangguan Jiwa, Diajak Berobat ke RSI Banjarnegara
• Bayi itu Diberi Nama Sanitiser, Corona, dan Covid
• Tidak Bakal Ditilang, Dispensasi Khusus Perpanjangan SIM, Ini Penjelasan Lengkap Polda Jateng
• 320 Peserta Itjima Ulama Gowa Asal Banyumas Selesai Rapid Test, Hasilnya 40 Orang Dikarantina