Berita Purbalingga
Masjid Agung Darussalam Purbalingga Tetap Gelar Salat Tarawih Berjamaah
Selama Ramadan, salat tarawih tetap dilaksanakan di Masjid Agung Darussalam Kabupaten Purbalingga.
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Selama Ramadan, salat tarawih tetap dilaksanakan di Masjid Agung Darussalam Kabupaten Purbalingga.
Ketua Takmir Masjid Agung Darussalam, Noer Issja menuturkan, pelaksanaan salat tarawih tidak dilakukan secara terbuka.
Jamaah yang salat hanya mereka yang biasa beribadah di Masjid Agung Darussalam Purbalingga.
• Bocoran Kunci Utama Sukses Terapkan PSBB di Jawa Tengah
• Pria Tertabrak Kereta Pengangkut Semen di Perlintasan Banyuurip Kendal, Diduga Gangguan Jiwa
• Kapolda Jateng dan Pangdam IV Diponegoro Door to Door Serahkan Sembako di Semarang
• Korban PHK Kendal, Daru Bersama Istri Bikin Mie Ayam Mika, Seporsi Cuma Rp 5.000
"Yang tidak biasa salat di Masjid Agung Darussalam tidak bisa masuk. Karena pintu depan ditutup," tuturnya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (21/4/2020).
Selain itu, pihak masjid tidak menggunakan pengeras suara luar.
Hal ini untuk mengantisipasi mengundang masyarakat khususnya dari luar wilayah yang hendak melaksanakan salat tarawih.
"Nanti juga tidak ada kultum, hanya salat. Rakaatnya 11, dan bacaan surat pendek," ujarnya.
Ia menuturkan, jamaah salat tarawih juga akan diperiksa kesehatannya sebelum memasuki masjid.
Terlebih pihak Masjid Agung Darussalam Purbalingga telah memiliki peralatan medis.
"Pemeriksaan kami akan lakukan sendiri secara mandiri. Kami sudah memiliki alat," tutur dia.
Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Purbalingga, Roghib Abdurrahman menuturkan, terdapat kesepakatan bersama terkait pelaksanaan ibadah Ramadan.
"Kabupaten Purbalingga kesepakatan bersama Forkompinda dan organisasi masyarakat (ormas) Islam," tutur dia.
Terkait pelaksanaan salat tarawih, kata dia, MUI menganjurkan untuk ditiadakan.
Namun tidak menutup kemungkinan hal itu tetap dilaksanakan.
"Oleh sebab itu kami buat kesepakatan bersama bagi tetap melaksanakan terdapat rambu-rambu yaitu tidak memaksimalkan jamaah, dan memperketat protap kesehatan," jelasnya.